5 Fakta Tentang Peternakan Ikan Salmon di Norwegia

DAGING ikan salmon asal Norwegia menempati urutan teratas dalam penjualan seafood di Thailand, Indonesia, dan Taiwan. Hal tersebut diungkapkan oleh Jimmy Chok, Norwegian Seafood Council (NSC) Ambassador Chef.

Menurutnya, kualitas daging ikan salmon asal Norwegia tersebut didapat dari teknik beternak yang sangat ketat. Ikan salmon sendiri merupakan ikan dengan gizi yang sangat tinggi. Berikut ini adalah fakta-fakta tentang beternak ikan salmon :

Populasi Satu Keramba Hanya Boleh Diisi 2,5 Persen

Ikan salmon hidup di perairan Norwegia yang jernih dan memiliki arus. Perairan dengan kedalaman 1000 meter tersebut diapit oleh gunung-gunung es. Habitat di mana ikan salmon hidup memiliki suhu -20 derajat celcius sampai -40 derajat celcius. Pada perairan itu terdapat keramba-keramba yang menampung ikan salmon. Pemerintah Norwegia bahkan telah menetapkan undang-undang yang mengatur tentang keramba peternakan ikan salmon.

“Pemerintah Norwegia hanya mengijinkan ada 2,5 persen ikan dalam satu keramba, sisanya yaitu 97,5 adalah air. Ikan dalam keramba tidak boleh lebih dari 2,5 persen karena ikan salmon adalah ikan yang bergerak sangat aktif, tidak boleh kekurangan ruang gerak dan kekurangan oksigen,” ujar Jimmy. Kekurangan ruang gerak dan kekurangan oksigen akan menyebabkan ikan salmon stres dan hal tersebut akan berdampak pada kualitas dagingnya.

Hidup di Air Tawar dan Air Laut

Ikan salmon hidup dalam kombinasi air asin dan tawar. Setelah dilakukan pembibitan buatan, telur ikan salmon dipelihara selama 8 bulan sampai menetas. Ikan salmon muda kemudian dipelihara dalam air tawar sampai bobotnya mencapai 200 gram. Setelah itu, ikan salmon dipindahkan ke air asin (air laut) untuk fase pertumbuhan. “Fase pertumbuhan dijalankan sampai ikan salmon memiliki bobot 3-8 kilogram. Untuk mencapai bobot itu, dibutuhkan waktu 2,5-4 tahun,” papar Jimmy.

Makanan Ikan Sangat Dijaga

“Ikan salmon yang diternakkan di Norwegia itu tidak liar, makanannya pun dijaga karena itu akan mempengaruhi kekenyalan dan kualitas daging,” ujar Jimmy. Makanan ikan salmon sendiri merupakan pelet dari ikan-ikan yang menjadi makanannya. Pelet tersebut terbuat dari bahan ramah lingkungan dan mengandung protein tinggi serta vitamin.

Jimmy memaparkan perbedaan ikan salmon dari Norwegia dan ikan salmon dari Jepang. “Ikan salmon juga hidup di Jepang, tapi di sana regulasi peternakannya tidak ketat, ikan salmon dibiarkan liar sehingga apa yang dimakan ikan salmon itu tidak terjaga. Itu akan membawa cacing pada daging salmon, karena kemungkinan ikan itu juga makan hasil ekskresi paus yang mengandung cacing,” paparnya.

Diproses Tanpa Keluar dari Air
Mulai dari fase pembibitan, pemindahan ke air tawar, pemindahan ke air asin sampai pada tahap panen dan pengemasan, pemindahan ikan salmon dilakukan tanpa membuat ikan salmon keluar dari air. “Semua prosesnya menggunakan pipa yang ada di bawah permukaan air, untuk menggiring ikan salmon digunakan kapal yang di bawahnya ada jaring-jaring, sebab kalau sampai keluar dari air, ikan salmon akan stres,” papar Jimmy. (Mg-07)

BERITA REKOMENDASI