Ada di Pasar Kangen, Legen Nira Kelapa untuk yang Ejakulasi Dini

SALAH satu stan minuman tradisonal di Pasar Kangen Jogja yang berkhasiat bagi tubuh yaitu Legen Nira Kelapa. Terpampang jelas di spanduk stan, bahwa legen dapat membuat ginjal sehat, mengatasi ejakulasi dini, menolak lemah syahwat, dan menambah cairan tubuh.

Menurut penjual legen, Bowo, spanduk di stannya bukan hanya omongan belaka tetapi sudah dibuktikan sendiri oleh masyarakat yang mengonsumsi legen. Banyak pembeli lansia maupun dewasa di Pasar Kangen meminta legen dijual botolan besar karena beberapa di antaranya meminum legen untuk terapi tubuh.

Namun, di Pasar Kangen penjual hanya menyajikan legen dalam cup plastik dengan varian rasa dingin atau hangat. Tujuan dijual menggunakan cup adalah untuk mendekati dan mengenalkan khasiat legen kepada generasi muda yang belum tahu banyaknya khasiat legen.

Bowo bersama 14 teman sesama petani usia 40-50 tahunan memproduksi legen sejak tahun 1998. Pohon Kelapa bukan tanaman utama para petani tersebut. Pohon kelapa yang menjadi bahan produksi berada di galengan sawah petani atau di antara tanaman-tanaman lain.

Para petani ini tidak menanam pohon kelapa sendiri melainkan tanaman dari nenek moyang, bahkan beberapa pohon hidup sendiri. Pagi hari para petani fokus merawat tanaman utamanya, sedangkan pada sore hari petani menyadap kelapa. Pohon kelapa yang sudah disadap tidak akan berbuah kelapa lagi.

Proses pembuatan legen cukup rumit. Pohon kelapa yang belum berbuah atau yang masih berupa kuncup bunga dalam tandananya, dipanjat lalu disadap (diiris sedikit) pada pucuknya hingga mengeluarkan air atau biasa disebut dengan nira. Nira yang menetes ditadahi menggunakan bambu yang kemudian disaring dan direbus hingga mendidih.

Lima belas petani pemroduksi Legen Nira Kelapa berasal dari dua daerah yaitu Pengasih, Kulon Progo dan Kali Gesing, Purworejo. Para petani tersebut berbagi tugas dengan istri.

Suami bertugas menyadap kelapa sedangakan istri bertugas untuk memasak nira kelapa. Proses penjualan Legen Nira Kelapa bermacam-macam, yaitu melalui media sosial Facebook dan instagram, di event-event Yogyakarta, dan beberapa lainnya menjual keliling rumah ke rumah.

Dalam sehari kapasitas produksi nira di komunitas petani ini kelapa hanya 80 liter. Menurut Bowo walaupun bukan sebagai pekerjaan utama produksi legen nira cukup untuk menambah biaya hidup para petani dan membantu masyarakat untuk selalu hidup sehat. (Anisa’u Fitriyatus Sholihah – Mahasiswa Magang Universitas Negeri Malang)

BERITA REKOMENDASI