Anak Kelebihan atau Kekurangan Asupan Garam, Ini Akibatnya

MESKIPUN ada manfaatnya, kelebihan konsumsi garam dalam makanan anak juga tidak diperbolehkan. Apa alasannya?

Tak lengkap rasanya menyantap makanan tanpa garam. Agar si kecil menyukai makanannya, tambahan garam tentunya bisa membuat cita rasa makanan makin lezat.

Namun, sebaiknya anak mengonsumsi garam sampai seberapa banyak dalam sehari? Apa yang akan terjadi kalau ternyata anak kekurangan atau kelebihan garam?

Simak informasi lengkap seputar garam untuk anak di bawah ini.

Rekomendasi asupan garam untuk anak

Bayi dan anak di bawah usia 11 tahun seharusnya mengonsumsi garam lebih sedikit dari orang dewasa. Bayi hanya membutuhkan garam dalam jumlah sangat sedikit, karena ginjal mereka terlalu muda untuk mencerna garam tambahan. Oleh karena itu garam tidak boleh ditambahkan ke makanan yang dimasak untuk bayi Anda. ASI secara alami memenuhi semua kebutuhan nutrisi untuk bayi Anda. Bayi Anda akan mendapatkan jumlah mineral yang tepat, termasuk garam dari ASI.

Sedangkan untuk anak-anak, jumlah garam harian yang direkomendasikan setiap harinya disesuaikan dengan usia anak. Menurut National Health Service, yaitu badan kesehatan resmi Inggris, berikut adalah anjuran konsumsi garam untuk anak yang ideal setiap harinya.

• 1 – 3 tahun: 2 gram (setengah sendok teh) per hari

• 4 – 6 tahun: 3 gram (setengah sendok teh lebih sedikit) per hari

• 7 – 10 tahun: 5 gram (satu sendok teh) per hari

• 11 tahun dan diatasnya: 6 gram (satu setengah sendok teh) per hari

Hindari memberikan garam tambahan pada makanan untuk bayi di bawah satu tahun. Ginjal mereka belum berkembang sempurna untuk mengolah garam. Dengan menghindari memberikan garam tambahan, Anda mencegah ginjal bayi bekerja terlalu berat.

Memastikan anak Anda tidak makan terlalu banyak garam berarti Anda juga membantu mereka untuk tidak mengembangkan candu terhadap rasa asin. Anak yang suka makanan yang asin dikhawatirkan akan cenderung mengonsumsi terlalu banyak garam saat dewasa nanti.

Manfaat garam untuk anak

Menurut penelitian medis, kekurangan garam akan membuat si kecil kekurangan yodium, yaitu zat yang dibutuhkan tubuhnya untuk perkembangan otak. Yodium juga penting untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Maka, anak memang tetap disarankan untuk mengonsumsi yodium lewat garam.

Makanan yang tidak mengandung garam sama sekali juga mungkin membuat si kecil jadi tidak nafsu makan karena makanannya terasa hambar. Apalagi makanan sehat seperti sayur. Karena itu, menambahkan garam secara tidak langsung bisa membantu asupan nutrisi si kecil.

Risiko terlalu banyak garam bagi anak

Meskipun garam ada manfaatnya, kelebihan konsumsi garam dalam makanan anak memicu meningkatnya tekanan darah, yang merupakan sumber penyakit, misalnya stroke dan penyakit jantung.

Anak-anak biasanya dapat mengomsumsi makanan yang tinggi garam dari daging olahan, camilan kemasan, atau junk food. Anda dapat mengurangi konsumsi garam berlebih pada anak dengan cara memasak sendiri makanan untuk si kecil sehingga Anda dapat mengatur takaran garam untuk anak yang ideal.

Lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran daripada makanan ringan kemasan juga dapat membantu mengurangi kelebihan garam. Jika anak Anda terlalu sering mengonsumsi makanan mengandung garam yang tinggi, anak jadi tidak doyan makanan dengan cita rasa lainnya. Jadi coba variasikan jenis makanannya. (*) 

BERITA REKOMENDASI