Anak Pendek Belum Tentu Stunting, Ini Kata Dokter

Stunting merupakan suatu kondisi gagalnya pertumbuhan pada anak. Baik berupa pertumbuhan fisik maupun perkembangan otaknya.

Umumnya, stunting diakibatkan dari kandungan gizi atau nutrisi yang tidak tercukupi. Baik saat masih di dalam kandungan maupun setelah anak lahir.

Akibat gagalnya pertumbuhan tersebut, maka fisik anak cenderung lebih pendek dan kurus. Pada beberapa kasus, pertumbuhan tinggi badan bisa berhenti saat anak masih di usia belia. Sehingga ketika dewasa, tinggi badan yang dimiliki anak stunting tersebut tidak sama dengan teman-teman seusianya.

Kendati demikian, tidak semua anak bertubuh pendek mengalami stunting. Karena tubuh pendek pada anak dapat terjadi karena beberapa faktor.

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Conny Tanjung, Sp. A (K) mengatakan, anak bertubuh pendek belum tentu stunting. Karena ada beberapa faktor penyebab anak bertubuh pendek, salah satunya adalah faktor genetik.

“Anak pendek belum tentu stunting. Karena banyak anak yang kecilnya pendek, namun setelah remaja ia tumbuh dan bisa memiliki tinggi yang sama dengan teman sebayanya. Ada juga anak pendek karena faktor keturunan,” tutur Dokter Conny dalam webinar pada Kamis (26/8/2020).

Oleh karena itu, lanjut Dokter Conny, orangtua perlu melakukan monitoring pertumbuhan. Apakah si kecil mengalami penurunan tinggi serta berat badan.
“Itulah gunanya monitoring pertumbuhan. Jika ibu melihat adanya penurunan tinggi dan berat badan, misalnya minus 1 atau 2 dalam skala berkala, bisa jadi ia stunting. Ibu bisa konsultasikan hal ini kepada para ahli,” pungkasnya.

BERITA REKOMENDASI