Aneh, Pohon Serut ‘Ngeyel’ Tak Mau Dipindah

Editor: KRjogja/Gus

SORE itu Sunar berkunjung ke rumah Budi, sahabat karibnya di Purworejo perbatasan Kulonprogo. Ketika minum teh sambil makan singkong rebus, mata Sunar melihat ada pohon serut di pojok pekarangan rumah Budi di atas tebing. Pikiran Sunar menangkap peluang bagus dan menguntungkan. Sunar pun bertanya pada Budi apakah boleh pohon serut itu diminta untuk menambah koleksi bonsainya.

Sunar punya hobi bonsai dan tanaman hias. Ada beberapa jenis pohon bonsai koleksinya, antara lain beringin, cemara, asam, serut dan beberapa jenis pohon lainnya. Bonsai itu ia peroleh dari membeli di pameran, barter sesama komunitas, dan ada yang dari hasil perburuan ke pelosok desa atau gunung.

Budi tidak langsung memberi jawab boleh atau tidak. “Bagi kami, hal itu sebenarnya tak masalah mas,” kata Budi. “Yang saya khawatirkan malahan pada diri mas Sunar sendiri.”

Lho, memangnya ada apa?” tanya Sunar penuh selidik.

“Begini mas,” kata Budi. “Pohon itu sudah ada sejak kecil, dan sampai sekarang kelihatannya tak mengalami pertumbuhan, tetap pendek dan kecil seperti itu.”
“Kalau itu sih wajar mas,” tukas Sunar. “Yang saya tahu pohon serut yang tumbuh di tanah cadas tak bisa tumbuh besar dan tinggi,” sambung Sunar Seperti dilansir dari Harianmerapi.com.

Budi diam sejenak, ragu akan menjelaskan tentang apa yang diketahuinya dari pohon serut itu. “Begini mas, ini boleh percaya boleh tidak, pohon serut itu tak mau dipindah,” terangnya.

Sunar hanya tersenyum kecil, karena hatinya tidak percaya. Lalu ia berkata: “Ah mosok mas. Apakah kerasnya tanah atau akarnya yang dalam?”

Karena kemauan keras temannya itu, Budi cuma bisa mempersilakan saja ketika Sunar akan mencoba membongkarnya. Dengan membawa cangkul dan linggis Sunar nampak dengan mudah menggali tanah seputar pohon serut itu tanpa bantuan Budi. Dalam waktu sekejap pohon itu sudah bisa dibongkar dan dibawa pulang. Sunar merasa gembira dan berterima kasih kepada Budi karena pulang ke Bandung membawa oleh-oleh istimewa. Budi hanya dapat berdoa semoga pohon itu bisa tetap hidup dan terawat dengan baik di tempat barunya.

Dua hari setelah kepulangan Sunar ke Bandung, Budi mendapat laporan dari WA di HP nya pohon serut yang dibawa dari rumahnya raib tidak tahu siapa yang mencurinya. Budi kemudian mengecek ke tempat dimana pohon itu tumbuh. Ternyata pohon itu masih ada bercokol di tempat semula tetap segar dengan daun yang utuh dan hijau. Tidak nampak pula tanda-tanda bekas galian di sekitarnya. Budi lalu ambil HP nya dan pohon itu difoto untuk dikirmkan kepada Sunar. Melihat kenyataan itu Sunar tak habis pikir, “Kok bisa ya, ada pohon yang “wangkot” alias tak mau dipindah?” – Nama samaran

(W. Warisatmaja)

 

BERITA REKOMENDASI