Angka Kematian Penyakit Tidak Menular Melesat

YOGYA (KRjogja.com) – Angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia semakin meningkat, dari 49,9% di tahun 2001 menjadi 59,5% di tahun 2007.  Tingkat prevalensi beberapa penyakit tidak menular di DI Yogyakarta mendekati bahkan lebih tinggi dibandingkan prevalensi PTM nasional. 

Melihat tingginya angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular tersebut, Nutrifood bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengadakan program edukasi di lingkungan kantor Pemerintah Daerah DI Yogyakarta dengan tema 'Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan.'

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI  Dr. Lily S. Sulistyowati, MM menjelaskan kegiatan ini penting sebagai advokasi dan edukasi kepada pemerintah. Tujuannya adalah untuk mendorong Pemerintah Daerah DI Yogyakarta supaya lebih proaktif dalam mencegah dan mengatasi permasalahan penyakit tidak menular yang terjadi di daerahnya. 

"Edukasi ini diharapkan dapat mendorong dan menginspirasi Pemerintah Daerah DI Yogyakarta untuk memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, serta membangun komitmen dari para pucuk pimpinan DI Yogyakarta untuk memberikan teladan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat dan diet seimbang," ungkapnya, Selasa (27/09/2016).

Dia menjelaskan Umumnya, penyakit tidak menular muncul dikarenakan konsumsi gula, garam dan lemak berlebih. Beberapa penyakit tidak menular dan persentasenya sebagai penyebab kematian adalah stroke 21,1%, penyakit jantung koroner 12,9%, dan diabetes mellitus 6,7%.  Tingkat prevalensi beberapa penyakit tidak menular di DI Yogyakarta mendekati bahkan lebih tinggi dibandingkan prevalensi PTM nasional. Rinciannya, hipertensi 25,7% dibandingkan nasional 25,8%, diabetes melitus (DM) 3,0% dibandingkan nasional 2,3%, penyakit jantung koroner 1,3% dibandingkan nasional 1,5%, gagal ginjal kronis 0,3% dibandingkan nasional 0,2%, stroke 16,9% dibandingkan nasional 12,1%.  

"Tingkat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih masyarakat Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Sebanyak 26,2% penduduk Indonesia mengkonsumsi garam berlebih, angka ini naik dibandingkan tahun 2009 yang sebesar 24,5%. Konsumsi lemak juga naik menjadi 40,7% dibandingkan tahun 2009 yang hanya sebesar 12,8%," paparnya.

Dia menambahkan konsumsi gula, garam, dan lemak masyarakat DI Yogyakarta bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yaitu konsumsi gula 16,9% dibandingkan nasional 4,8%, konsumsi garam 50,7% dibandingkan nasional 52,7%, dan konsumsi lemak 38,3% dibandingkan nasional 26,5%.  Sebagai rekomendasi, anjuran batas konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI gula per orang/hari adalah 50 gram (4 sendok makan). Batas konsumsi garam per orang/hari adalah 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam atau (1 sendok teh). Sedangkan batas konsumsi lemak per orang/hari adalah 67 gram (5 sendok makan minyak).  (*)

BERITA REKOMENDASI