Awas! Cemaran Senyawa Bisphenol A Pada Plastik Kemasan Pangan Berbahaya Bagi Buah Hati

CEMARAN senyawa Bisphenol A (BPA) pada plastik kemasan pangan, ternyata sangat berbahaya bagi balita, bayi, dan janin. Oleh karena itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), didorong untuk membuat regulasi terkait bahaya cemaran senyawa Bisphenol A (BPA) yang ada pada plastik kemasan pangan. Demikian diungkapkan Nia Umar selaku Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam siaran pers yang diterima KRJOGJA.com, Minggu (17/10/2021).

Isu BPA sebenarnya telah dibahas oleh beberapa negara di Eropa sejak lama. Namun, pembahasan itu masih sedikit di Indonesia. “Dengan dialog ini kita berharap bisa mengangkat kesadaran masyarakat bahaya BPA bagi kesehatan, serta mengajak pemerintah mengatur regulasi ini,” tutur Nia Umar.

Ia menjelaskan kandungan BPA itu banyak ditemukan pada merek botol susu bayi, seperti peralatan makan, gelas plastik, dan lapisan kaleng makanan dan minuman. Plastik polikarbonat yang dipanaskan ulang membuat BPA larut ke dalam pangan, sehingga bayi yang mengonsumsi makanan berisiko menelan BPA.

“BPA berbahaya ketika ada pemanasan berulang dari plastik. Jadi, memang BPA ini problematis karena ada di mana-mana. Di Eropa, barang mengandung BPA sudah jelas tidak boleh sama sekali. Tidak hanya di botol dot bayi, tetapi juga di wadah makanan,” tambahnya.

Selain itu regulasi BPA juga dapat memiliki sifat seperti hormon dan muncul di lingkungan sekitar, seperti penggunaan kemasan air galon.

“Bayangkan, air galon ini melalui rantai pengiriman yang panjang, dan jika di jalan cuaca panas, maka kandungan BPA bisa larut dalam air yang kita konsumsi,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI