Awas! Cemaran Senyawa Bisphenol A Pada Plastik Kemasan Pangan Berbahaya Bagi Buah Hati

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada masyarakat untuk menghindari BPA, tidak mengonsumsi makanan kaleng, dan tidak memanaskan plastik kemasan. Dalam hal ini, ia berharap agar pemerintah segera membuat regulasi untuk mengatur kemasan yang mengandung BPA.

“Harus ada aturan yang tegas dan kampanye resmi yang ditayangkan di semua media yang berisi edukasi tentang BPA, dan BPOM perlu mengkaji ulang regulasinya,” tutup Nia.

Dokter spesialis anak, sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Irfan Dzakir Nugroho, juga sependapat dengan hal itu. Menurutnya, Indonesia harus memiliki regulasi tentang BPA. Ia membandingkan dengan beberapa negara di Eropa yang melarang penggunaan BPA.

“Efeknya sangat luas di berbagai kelompok. Sudah banyak studi yang membuktikan hal tersebut, dan untuk mencegahnya dibutuhkan regulasi preventif yang menjauhkan masyarakat dari bahaya BPA,” tegas dr Irfan.

Lebih lanjut, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan pemerintah harus menyosialisasikan kepada masyarakat terkait risiko BPA terhadap kesehatan, khususnya kesehatan anak-anak.

“Hak itu adalah hak yang sangat fundamental yang dimiliki anak. Apalagi tadi disebutkan hampir 50% anak-anak di Indonesia belum menikmati air susu ibu (ASI),” katanya.

“BPOM sebagai wakil Pemerintah memilki kewenangan untuk melindungi masyarakat. Kalau kita ingin mendesain regulasi BPA yang tepat, maka kita harus kembalikan ke pemerintah,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI