Badan Semakin Melar saat Pandemi, Ini yang harus Dilakukan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Manager of Nutrifood Research Center Felicia Kartawidjaja Putra mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh selama pandemi covid -19 Oleh obesity research & clinical practice, dari 173 orang respon, wekitar 92 persen lebih lama menghabiskan waktu di dalam rumah dibandingkan sebelum pandemi ( WFH). Selain itu 22 persen responden mengalami kenaikan berat bada antara 2,5-5 kg.

Menurutnya, agar badan tetap sehat selama Pandemi atau WFH, harus melakukan 3 hal yakni, harus menjaga pola makan melakukan aktivitas fisik dan istirahat yang cukup. Guna menjaga pola makan, yang harus diperhatikan adalah melakukan pedoman gizi seimbang. Pola makan yang sehat harus dipenuhi setiap hari yakni 3-4 porsi sumber karbohidrat, 3-4 porsi sayur, 2-3 porsi buah dan 2-4 porsi sumber protein.

“Kalau di piring itu setengah isi dengan sayur-sayuran dan buah-buahan kemudian sepertiga nasi atau mungkin pasta atau mi . Saya sarankan pilih yang kaya seratnya, nantinya merasa lapar nya lebih lama itu, kemudian seperenamnya itu piringnya diisi dengan lauk pauk berprotein kita sarankan sumber protein yang rendah lemak contohnya, tahu tempe, telur kemudian ayam tapi jangan ikut kulitnya, karena kulitnya itu yang sumber lemak jahat,” tegasnya.

Selain itu yang harus ditaati juga penggunaan gula garam dan lemak ( GGL ) misalnya untuk gula per harinya 50 gram atau setara 4 sendok makan, garam sebanyak 5 gram atau setara 1 sendok teh dan lemak sekitar 67 gram atau setara 5 sendok makan per hari.

”Bahan-bahan yang harus kita taat antara lain i gula garam dan lemak per hari ini maksimal nya ya untuk gula itu 50 gram garam setara dengan 4 sendok makan, kalau garam 5 gram itu setara dengan 1 sendok teh untuk lemak itu 67 gram itu setara dengan 5 sendok makan kira-kira seperti itu batasannya dan mengapa membatasi gula garam dan lemak berlebih ini penting karena banyak kaitannya dengan masalah obesitas dan juga penyakit termasuk diabetes, jantung, dan stroke,” tegasnya.

Dijelaskan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau menyatakan kalau 80 persen dari penyakit tidak menular seperti penyakit, jantung dan stroke itu disebabkan oleh perilaku yang kurang sehat termasuk diantaranya pola makan yang tidak sehat .

“Kalau kita menerapkan pola makan sehat Itu untuk pencegahan penyakit tidak menular tadi. Jangan bilang kalau penyakit jantung diabetes dan stroke itu penyakit orang tua, karena penyakit itu tidak memandang usia. jadi mulai dari sekarang kita harus membatasi GGL untuk hidup lebih sehat,” tegasnya.

Sementara untuk penyakit covid-19, menurut Felicia, umumnya gejala covid 19 termasuk ringan, namun 1 dari 5norang penderita cobid-19 akan membutuhkan penanganan di rumah sakit. Bahkan lebih dari 80 persen penderita menunjukkan gejala ringan menyerupai flu dan sekitar 14 persen pendeta menunjukkan gejala yang parah serta 5 persen penderita mengalami penyakit kritis.

Adapun faktor komplikasi covid -19 karena orang berusia lanjut, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, penderita penyakit kronis, termasuk penderita diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pernafasan serta penderita obesitas kronis. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI