Bahaya Mengompres Pakai Air Dingin Saat Demam

APAKAH saat anggota keluarga yang sakit, Anda sering mengompresnya dengan air dingin? Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan. Ketika seseorang demam, biasanya banyak orang akan melakukan kompres dingin. 

Padahal ini sangat tidak dianjurkan? Mengapa? Ini alasan yang telah dipaparkan Hello Sehat (hellosehat.com).

Kompres merupakan tindakan yang biasa dilakukan orangtua ketika anak demam. Namun, kompres tidak akan efektif menurunkan suhu tubuh jika menggunakan air dingin. Jika seseorang demam, yang dianjurkan adalah kompres air hangat, bukan dingin. Hal ini untuk memindahkan suhu panas pada tubuh.

Sejumlah orangtua memang sering kali salah kaprah dalam melakukan kompres. Beberapa orangtua diketahui mengompres anak yang demam dengan merendam kain ke dalam wadah air berisi es batu. Kain yang dingin itu kemudian diletakkan di dahi anak.

Suhu tubuh memang akan berpindah dari yang tinggi ke suhu yang lebih rendah. Akan tetapi, kompres air dingin justru dapat menutup pori-pori sehingga menghambat berpindahnya suhu tubuh.

Mengompres dengan air dingin membuat panas tubuh jadi tidak berpindah. Kompres dingin juga bisa menyebabkan perpindahan suhu yang cepat, dan hal itu tentu tidak baik. Cara mengompres demam yang baik juga bukan diletakkan di dahi atau kening karena terhalang oleh tengkorak kepala. Kompres yang efektif seharusnya diletakkan di lipatan-lipatan, seperti ketiak, agar panas keluar lewat pori-pori tubuh.

Di salah satu bagian otak tepatnya di bagian hipotalamus, terdapat pusat pengatur suhu atau disebut termoregulator. Jika suhu tubuh terlalu tinggi, pusat pengatur suhu ini berusaha menurunkan suhu tubuh. Jika suhu tubuh terlalu rendah, maka pusat pengatur suhu ini akan merespon dengan menaikkan suhu tubuh.

Itu sebabnya, seseorang yang saat demam dikompres dengan air dingin atau es akan lebih demam saat kompres dihentikan. Karena saat di kompres air dingin atau es, pusat pengatur suhu menerima sinyal bahwa suhu di sekitar sedang dingin, dan tubuh harus segera dihangatkan.

Jika panas tidak turun dengan cara kompres, sebaiknya segera dibawa ke dokter. Adapun kompres dingin, lebih tepat dilakukan untuk masalah peradangan atau pembengkakan. Misalnya, kompres dingin saat anak terjatuh. (*)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI