Banyak Wanita Takut Periksa Kanker

YOGYAKARTA dipilih menjadi tuan rumah puncak World Cancer Day (WCD) atau Peringatan Hari Kanker Sedunia 2021, yang bakal digelar secara luring maupun daring di Gedhong Pracimosono Kepatihan pada 4 Februari 2021. Kanker masih menjadi momok penyakit dengan masih tingginya angka kejadian dan angka kematian karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran guna pencegahan dan deteksi dini. Untuk itu, penanggulangan kanker merupakan ‘PR’ bersama yang menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang DIY GKR Hemas menyatakan, dipilihnya Yogyakarta sebagai penyelenggara ‘World Cancer Day’ terutama karena ciri khas masyarakat yang dinilai mewakili tema WCD tahun ini. Karena Kota Yogyakarta mudah diakses maka semua kalangan terwakili di sini. Dengan salah satunya filosofi Golong Gilig yang menggambarkan modal sosial masyarakat, maka tema besar WCD I am and I will akan lebih mudah diimplementasikan. Tema tersebut menggambarkan upaya bersama untuk melawan, mencegah dan menanggulangi kanker bagi diri sendiri, orang tercinta dan masyarakat.

Sedangkan Ketua Pelaksana Peringatan Hari Kanker Sedunia Nasional 2021 di Yogyakarta, dr Mardiah Suci Hardianti PhD SpPD-KHOM menyampaikan kanker masuk dalam kelompok penyakit tidak menular yang merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4/1000 penduduk pada 2013, sedangkan prevalensi kanker DIY diatas angka Nasional yaitu 4,1/1000 penduduk berdasar data Riskesdas 2018. Masih tingginya angka kejadian maupun angka kematian karena kanker berkaitan kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk pencegahan dan deteksi dini kanker, sehingga keterlambatan penanganan masih menjadi hal yang sering dijumpai.

BERITA REKOMENDASI