Bau Kentut Cenderung Busuk Waspada Tanda Kanker Usus Besar

DALAM kebanyakan kasus, wajar dan sehat bagi seseorang mengalami gas usus (kentut). Rata-rata orang akan kentut beberapa kali dalam sehari. Kentut ada yang bau dan tidak berbau sama sekali dan itu dianggap normal. Tapi bagi mereka yang kentutnya berbau tentu sangat mengganggu sekali apalagi saat berada di keramaian akan memalukan sekali.

Melansir Medicalnewstoday.com Senin (5/3/2018) kentut yang bau dapat disebabkan karena beberapa hal diantaranya:

Intoleransi terhadap makanan

Intoleransi makanan adalah penyebab yang sangat umum dari perut kembung. Dalam kondisi ini, ketidakmampuan tubuh untuk memecah laktosa atau gluten menyebabkan gas bau menumpuk dan akhirnya dilepaskan.

Selain itu intoleransi makanan dapat disebabkan karena penyakit celiac yaitu terjadinya luka pada saluran pencernaan. Seseorang dengan penyakit celiac mungkin juga mengalami, penurunan berat badan, kembung, diare dan kelelahan.

Makanan tinggi serat

Dalam beberapa kasus, makanan yang lebih tinggi serat memiliki bau khas. Bau alami dari makanan ini juga bisa menyebabkan perut kembung menjadi bau. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan bau antara lain: kubis, Brokoli, asparagus dan bawang putih

Obat-obatan

Obat tertentu dapat menyebabkan seseorang menghasilkan bau gas saat dicerna. Salah satu penyebab yang paling umum adalah antibiotik yang dapat membunuh beberapa bakteri sehat atau "baik" di saluran pencernaan saat mereka bekerja untuk menghancurkan infeksi.

Sembelit

Konstipasi terjadi saat tinja terbentuk di usus besar dan tidak bisa keluar. Ini mungkin karena minum obat tertentu, diet buruk, atau penyebab biologis lainnya.

Penumpukan tinja di usus besar sering menyebabkan penumpukan gas bau terjadi bersamaan. Gas ekstra ini bisa menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan. Saat akhirnya dilepaskan, gasnya sering berbau.

Bakteri dan infeksi

Saluran pencernaan bertanggung jawab untuk memecah makanan menjadi nutrisi bermanfaat, yang diserap ke dalam darah. Ini juga menghasilkan limbah, yang melewati usus besar.

Terkadang, tingkat bakteri dalam saluran pencernaan dapat menjadi tidak seimbang, berpotensi menyebabkan infeksi. Infeksi ini sering menyebabkan: kentut berbau, nyeri di perut, diare, demam, mual, muntah dan kelelahan.

Kanker usus besar

Meski tidak seperti biasa, seseorang mungkin mengalami bau kentut yang berlebihan akibat adanya kanker usus besar. Polip atau tumor kanker dapat membentuk penyumbatan yang menyebabkan gas terbentuk di usus. Satu tanda peringatan dini adalah saat perubahan diet atau obat tidak menghentikan gas berbau busuk dari yang terjadi.

Beberapa tips untuk menghindari kentut yang berlebihan antara lain:

· makan porsi kecil

· menghindari makanan pemicu

· menghindari makanan yang berbau secara alami

· makan perlahan

· minum lebih banyak air

· menghindari minuman berkarbonasi

· yogurt dan makanan lain dengan probiotik. (*)

 

BERITA REKOMENDASI