Benarkah Kehujanan Sebabkan Pusing?

MEMASUKI musim penghujan, masyarakat harus selalu waspada terhadap ancaman penyakit yang menyerang. Cuaca yang tidak menentu memungkinkan seseorang kehujanan saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Nah, pasca-hujan, cuaca pasti jadi sangat dingin dan akhirnya Anda merasa mual atau mengalami gejala, seperti sakit tenggorokan atau hidung tersumbat. Apalagi jika Anda kehujanan, yang diklaim bisa bikin sakit kepala.

Pernyataan itu akhirnya dibahas dalam sebuah forum di State College. Penelitian itu dibuat karena banyak hal rancu tengah dialami masyarakat tentang anggapan mana yang tepat.

Dilansir situs resmi Pennstates, Selasa (3/11/2020), selama studi ini, para profesor dari Common Cold Center Cardiff University mengumpulkan 180 sukarelawan selama musim hujan.

Dalam studi pertama, sukarelawan diinstruksikan untuk menempatkan kaki mereka di semangkuk air hujan yang dingin selama 20 menit. Selanjutnya, 90 peserta lainnya diperintahkan untuk menempatkan kaki mereka dalam mangkuk kosong selama 20 menit.

Setelah beberapa hari, mereka mencatat bahwa hampir sepertiga atau 29% dari peserta yang merendam kaki di air hujan lebih berisiko sakit daripada yang tidak. Gejala yang mereka alami adalah tubuh mengigil, demam, nyeri-nyeri, bahkan flu.

Saat tahu adanya gejala tersebut, air hujan pun kandungannya diteliti lebih lanjut. Ternyata, air hujan banyak kuman yang bisa memicu penyakit. Kuman-kuman tersebut banyak muncul bersamaan dengan virus dan bakteri. Jadilah saat kehujanan, Anda merasa demam, flu, sampai mengalami sakit kepala.

Jelas bahwa ada semacam hubungan antara sains air hujan yang dikaitkan dengan banyak penyakit. Sebagai langkah pencegahan, biasanya memang Anda disarankan untuk mandi sampai bersih.

Pakailah sabun antiseptik untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalam air hujan. Selain membasahi badan, Anda juga diwajibkan keramas untuk menghilangkan risiko organisme yang menempel di kepala.

BERITA REKOMENDASI