Benarkah Wadah Plastik BPA-Free Sebabkan Kanker?

BISPHENOL A (BPA) adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengeraskan wadah makanan dari plastik dan digunakan juga dalam kaleng logam untuk mencegah terjadinya korosi.

BPA memiliki komponen aktif seperti hormon estrogen. Bahan tersebut jika larut dalam air sangat berbahaya, dapat menjadi akar penyakit kesehatan. Penyakit yang ditimbulkan yaitu jumlah sperma yang rendah, risiko obesitas, pubertas dini, bahkan kanker.

Produsen di seluruh dunia telah beralih ke plastik bebas BPA (BPA-Free) karena dianggap aman. Wadah plastik bebas BPA ternyata belum sepenuhnya aman. Karena dinilai dapat menyebabkan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan wadah plastik ini, khususnya pada bayi.

Sebelum Anda mengganti botol dengan botol plastik bebas BPA, Anda harus tahu bahwa penelitian terbaru dari Current Biology yang dikutip Okezone dari Indiatimes, Senin (17/9/2018), mengenai produk wadah bebas BPA ternyata sama berbahayanya dengan BPA. Selain itu bahan kimia Bisphenol (BPS) untuk menggantikan BPA dalam plastik dapat mempengaruhi sperma dan telur pada pria dan wanita. Pengganti BPA tersebut juga dapat mengganggu keseimbangan hormonal.

Meskipun BPS cenderung tidak menyerap makanan atau minuman ketika dipanaskan dalam wadah. BPS juga bisa menghasilkan kenaikan berat badan jika terdapat BPS tingkat tinggi dalam wadah makanan atau minuman.

Sebuah studi oleh Cheryl Watson di The University of Texas Medical Branch di Galveston mengungkapkan bahwa konsentrasi picomolar (kurang dari satu bagian per triliun) dari BPS dapat menyebabkan gangguan metabolisme seperti diabetes, obesitas, asma, cacat lahir, kanker dan mengganggu fungsi normal sel.

Pada akhirnya, bebas BPA tidak berarti bebas kimia dan pengganti wadah bebas BPA juga telah terbukti memiliki konsekuensi kesehatan. Carilah tempat atau wadah makanan yang dikemas dalam gelas atau stainless steel dan cobalah untuk menghindari memanaskan makanan dalam wadah plastik. (*)

BERITA REKOMENDASI