Berhenti Berhubungan Seks, Berisiko Gangguan Jantung

Editor: Ivan Aditya

KEHIDUPAN seks yang sehat sangat penting dalam membangun gaya hidup yang baik. Kini dengan semakin majunya teknologi komunikasi dan kesadaran akan hal ini, kaum milenial memiliki banyak kesempatan untuk melakukan hubungan seks.

Yang harus diwaspadai justru jika orang berhenti melakukan hubungan seks. Para ahli mengungkapkan, berhenti melakukan hubungan seks dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran seseorang. Di luar manfaat kesehatan, seks juga bantu menghilangkan stres dan mengurangi rasa kecemasan, serta mengangkat rasa percaya diri seseorang.

Libido menurun

Berhenti berhubungan seks juga membuat orang kehilangan minat akan sekss. Mereka akan merasa lesu dan kurang hidup sebagai efeknya.

Perasaan kelam

Berhubungan seks menghasilkan endorphin yang disebut hormon bahagia. Jadi, jika berhenti berhubungan seks, ucapkan selamat tinggal pada perasaan itu. Orang akan merasa kelam dan malas untuk beraktivitas.

Risiko kesehatan jantung

Di antara keuntungan melakukan hubungan seks adalah kesehatan jantung. Tidak melakukan hubungan seks berarti kurang melatih kemulusan fungsi tubuh yang paling penting.

Berat saat memulai lagi

Ketika mulai berhubungan seks lagi, setelah lama tidak melakukan, sangat penting untuk melatih otot karena ada kemungkinan pengalaman melakukan hubungan seks akan menyakitkan. Selain itu, rasa cemas tinggi melanda jika sudah lama tidak melakukan hubungan seks. (*)

BERITA REKOMENDASI