Berikut 3 Stadium Penyakit Jantung Koroner

PENYAKIT jantung koroner terjadi akibat gaya hidup masyarakat yang kurang sehat. Penyakit ini menyerang pembuluh darah jantung akibat adanya sumbatan yang menghambat aliran darah ke jantung.

"Penyakit jantung koroner diakibatkan oleh manifestasi pembuluh darah di mana-mana. Tapi sering kali manifestasinya terjadi di jantung," ujar dr Antono Sutandar, SpJP(K) dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, dalam dalam forum diskusi kesehatan bertema 'Mengenali Gejala Penyakit Jantung' di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2016).

Meskipun terdengar sebagai penyakit yang mematikan, jantung koroner sebenarnya bisa dideteksi karena penyakit ini memiliki tahapannya. Ia memaparkan bahwa stadium penyakit jantung koroner terdiri dari 3 stadium.

"Stadium penyakit jantung koroner ini ada tiga. Stadium pertama biasanya terjadi penyempitan saja, di mana belum terjadi kerusakan otot jantung. Stadium kedua adalah terjadinya penyempitan dan adanya penggumpalan darah, sehingga terjadi kerusakan otot jantung," jelas dr Antono.

Ia menjelaskan, pasien yang menginjak stadium 3 biasanya mengalami penyempitan, kerusakan otot jantung, bahkan kerusakannya ini lebih luas. Kondisi ini kerap dikenal dengan istilah gagal jantung.

"Gagal jantung adalah ketidakseimbangan antara kemampuan kerja jantung dan beban kerja jantung. Jika kerusakannya sudah melebihi tingkat tertentu, kemampuan otot jantung juga sudah sangat berkurang," ungkapnya.

Namun, perlu diketahui bahwa penyakit jantung koroner bisa diketahui dengan adanya penurunan aktivitas fisik dan ketidakyamanan pada area dada, seperti rasa sesak hingga adanya sensasi beban di area dada. Jika terjadi demikian, segeralah berkonsultasi ke dokter ahli untuk mendapatkan info dan penanganan yang tepat. (*)

BERITA REKOMENDASI