Cargill Dukung Pembentukan Gizi di Sekolah Dasar

JAKARTA.KRJOGJA.com – Cargill di Indonesia bekerjasama dengan World Food Programme (WFP), badan PBB yang bekerja pada bidang pangan, selama satu tahun telah melakukan kegiatan penyediaan makanan anak sekolah atau School Meals Program. 

Program ini merupakan bagian dari upaya sektor swasta dan baru pertama kalinya dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Program Gizi Anak Sekolah (PROGAS) yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Program peningkatan gizi, yang dilakukan bersama Cargill dan WFP selama satu tahun, menunjukkan hasil yang amat positif didalam mendukung siswa sekolah dasar di Indonesia untuk meningkatkan gizi dan kebersihan. Sejak program ini dimulai di bulan Mei 2017, sebanyak 76.000 paket makanan sehat untuk anak sekolah telah dibagikan di tiga propinsi. 

"Dukungan dari Cargill dan WFP kepada dalam pelaksanaan PROGAS bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses terhadap makanan bergizi dan belajar mengenai gizi dan kesehatan serta menyediakan kesempatan peningkatan ekonomi bagi petani lokal," kata Corporate Affairs Director PT Cargill Indonesia, Arief Susanto, di Jakarta, Rabu (06/06/2018).

Hasil laporan pelaksanaan survei PROGAS yang membandingkan keadaan siswa sebelum dan pada akhir pelaksanaan program mencatat beberapa capaian positif di sekolah yang didukung Cargill. Diantaranya, persentase jumlah siswa yang mengkonsumsi sarapan secara rutin meningkat menjadi 47.7% dari 24,7%.

Kemudian, persentase jumlah siswa yang menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi meningkat menjadi 87.63% dari sebelumnya 81.6%. Selanjutnya, persentase jumlah siswa yang menerapkan kebiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah menggunakan toilet meningkat menjadi 95.4% dari 93.2%.

Selain itu, persentase jumlah siswa yang mengkonsumsi air minum yang dimasak terlebih dahulu meningkat menjadi 35.4% dari 15.1%. Jumlah siswa yang dilaporkan sakit berkurang terutama jumlah siswa yang terkena demam menjadi 13.8% dari 32,9%, flu menjadi 7.7% dari 35.6%, batuk menjadi 16.9% dari 27.4% dan diare menjadi 9.2% dari 11%.

Country Director & Kepala Perwakilan WFP Indonesia, Anthea Webb menyatakan, Cargill bersama dengan WFP membantu lebih dari 100.000 anak-anak di seluruh Indonesia untuk dapat menikmati sarapan bergizi di sekolah. :Dengan mendukung program ini kami membantu anak-anak sekolah tumbuh lebih pintar, sehat, dan sukses," ujarnya.

Cargill telah bekerjasama dengan WFP dalam mendukung program pemberian makanan bergizi bagi anak sekolah di 62 negara selama 12 tahun terakhir. Sepanjang tahun 2017 hingga 2018, kolaborasi ini difokuskan pada tiga negara berbeda, yaitu Indonesia, Honduras dan Kenya. 

Upaya ini ditujukan untuk menguatkan praktek terbaik pelaksanaan program pangan dan penguatan kapasitas petugas pemerintah di tingkat nasional maupun propinsi/kabupaten dalam meningkatkan akses terhadap makanan bergizi bagi anak sekolah. 

Bahan makanan bergizi ini berasal dari para petani lokal yang mendukung rantai suplai berkelanjutan untuk makanan ini, sekaligus meningkatkan pendapatan bagi keluarga petani tersebut. (Imd)

BERITA REKOMENDASI