Cegah Osteoporis, Olahraga Selama 30 Menit Setiap Hari dan Komsumsi Nutrisi yang Tepat

MENURUT pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, di seluruh dunia ada satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis. Di Indonesia diperkirakan 2 dari 5 penduduk Indonesia juga berisiko terkena osteoporosis.

dr Ricky Edwin Pandapotan Hutapea, spesialis Ortopedi & Traumatologi dalam diskusi menyambut Hari Osteoporosi Nasional 2021 yang diperingati setiap 20 Oktober menjelaskan bahwa osteoporosis dapat menyerang siapa saja terutama dewasa dan lansia.

“Osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi (silent disease) dengan tanda dan gejalanya tidak disadari. Penyakit ini bisa dikatakan silent disease karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun. Hingga suatu saat bisa terjadi patah,” ujarnya dalam webinar menyambut Hari Osteoporosis Nasional yang diselenggarakan oleh Kalbe Nutritional, produsen Entrasol, nutrisi untuk kesehatan tulang, Sabtu (9/10).
“Osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi sedini mungkin,” sarannya.

Pembicara lainnya dr Ida Gunawan, spesialis gizi klinik menganjurkan masyarakat mulai memperbaiki gaya hidup dan juga pola makan. “Osteoporosis dapat disebabkan salah satunya karena faktor usia, rendahnya asupan kalsium, antioksidan, protein, maupun kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat,” ujar dr Ida Gunawan.

Menurutnya pola hidup sehat harus dimulai sedini mungkin untuk mencegah osteoporosis. Sangatlah penting untuk konsumsi nutrisi yang seimbang dan tepat dan juga melakukan gaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan tidak merokok, karena asap rokok yang merupakan radikal bebas dapat memperburuk kondisi osteoporosis.

“Konsumsilah nutrisi yang tepat dan seimbang, misalnya makan makanan yang cukup mengandung protein, vitamin dan mineral seperti kalsium, magnesium, vitamin D, serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun. Makanan bergizi seimbang ini harus ada dalam menu harian kita setiap harinya mulai dari usia muda sampai usia lanjut,” lanjut dr Ida Gunawan.

BERITA REKOMENDASI