Celupkan Biskuit ke Teh Dianggap Tidak Sopan di Kantor

Editor: KRjogja/Gus

SEJAK kecil seorang anak sudah diajarkan oleh orangtuanya tentang nilai-nilai atau etika. Hal itulah yang mengatur tindakan seseorang ketika berada di sebuah tempat, termasuk di kantor. Ya, di kantor memang banyak aturan maupun etika yang harus dipatuhi oleh karyawan.

Sebagai contoh, memanaskan ikan dengan microwave atau meminum minuman di kulkas milik orang lain adalah tindakan yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Selain itu, ternyata ada etika lain yang kelihatannya sederhana tapi dianggap sangat tidak sopan. Tindakan itu adalah mencelupkan biskuit ke secangkir teh.

Melansir Metro, Senin (30/7/2018), penelitian terbaru yang dilakukan oleh McVitie mengungkapkan jika mencelupkan biskuit ke secangkir teh dikecam di kantor, terutama jika dilakukan selama pertemuan. Penelitian ini mengklaim jika satu dari lima orang Inggris tidak setuju dengan rekan kerja yang mencelupkan biskuit ke secangkir teh ketika pertemuan tengah dilangsungkan. Padahal faktanya sekira 71% orang menikmati biskuit dengan cara mencelupkannya ke secangkir teh.

Belum diketahui secara pasti alasan dibalik tindakan tersebut dikecam. Bisa jadi karena sistem pencernaan yang memiliki kebiasaan unik ketika melarutkan teh. Maka takutnya hal itu dapat memengaruhi proses pencernaan biskuit yang dimasukkan ke teh. Tapi mencelupkannya ke dalam teh bukan satu-satunya masalah dari biskuit yang seharusnya tidak dilakukan para karyawan.

Kebiasaan kantor lainnya yang dianggap tidak sopan berkaitan dengan biskuit adalah membuka sebungkus biskuit milik rekan kerja dan memakannya di meja rekan kerja tersebut. Tindakan ini diyakini membuat remah-remah biskuit tercecer di meja kerja. Sebanyak 38% responden dalam penelitian mengatakan adanya remah-remah di meja adalah perilaku yang tidak dapat diterima.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ada baiknya bila Anda bersikap lebih hati-hati ketika di kantor. Jangan sampai rekan kerja berpikir Anda tidak memiliki etika. Coba bayangkan apabila kedua tindakan tersebut terjadi pada Anda. Maukah Anda menerimanya? (*)

 

Teh

BERITA REKOMENDASI