Daripada Diet, Mendingan Puasa?

MEMILIKI bentuk tubuh ideal adalah impian semua orang. Maka tak heran jika orang-orang yang kelebihan berat badan melakukan diet untuk mengembalikan bentuk tubuh mereka. 

Ya, kelebihan berat badan memang belum tentu sehat. Maka dengan mengatur pola makan yang baik maka otomatis tubuh sehat dan bentuh tubuh terjaga. Namun, sebagain orang sering mengatakan, "daripada diet lebih baik puasa." Alasannya, di samping pola makan terjaga karena berpuasa, puasa juga merupakan ibadah. 

Jadi saat berpuasa, mendapat dua keuntungan, tubuh sehat dan pahala didapat.  Belakang pola diet, OCD sempat menjadi tren. Cara diet ini dicetuskan oleh mantan pesulap, Dedi Cobusier. Ada lagi pola diet kedua yang disebut 5:2. Dari program keduanya, dapat dikatakan memiliki korelasi dengan puasa. OCD adalah menerapkan pola makan singkat (keadaan tubuh tanpa makan) hingga menyebabkan pembakaran lemak lebih cepat. Sementara itu program diet 5:2 adalah lima hari makan dua hari puasa. 

Jika diamati, program diet ini sama seperti puasa sunah. Yaitu puasa nabi Daud AS dan puasa Senin-Kamis. “Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud As. Dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku (Abdullah bin Amru ra. berkata: “Sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu”, maka Nabi SAW. berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu” (HR. Bukhari). 

Maka sudah jelas bahwa berpuasa adalah program menjaga kesehatan (diet). Dengan berpuasa pola makan lebih teratur sehingga tubuh menjadi sehat. Bonusnya, tubuh jadi langsing. (*)

BERITA REKOMENDASI