Disfungsi Ereksi dan Impotensi Berbeda, Ini Penjelasannya

BANYAK orang menganggap disfungsi ereksi dan impotensi adalah gangguan yang sama. Meski kedua hal ini merujuk pada gangguan ereksi, namun ada perbedaan antara keduanya.

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk memulai ereksi. Gangguan ini disebabkan oleh rusaknya jaringan erektil yang membuat aliran darah tidak sampai ke Mr. Penis. Sehingga Mr P tidak bisa ereksi atau gagal ereksi, inilah yang disebut sebagai disfungsi ereksi.

Sedangkan impotensi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kesehatan pria dari kinerja reproduksinya seacra luas. Berbeda dengan disfungsi ereksi, pria yang mengalami impotensi masih bisa ereksi. Hanya saja kualitas ereksinya kurang subur. Sehingga tingkat kesuburannya kurang bagus atau kehamilan yang didapat pasangannya sangat kecil.

Penyebab disfungsi ereksi bermacam-macam. Mulai dari faktor medis hingga faktor yang bersifat psikologis. Dari dunia medis, penyebabnya adalah kondisi yang membuat darah tidak mengalir sempurna ke Mr. P sehingga tidak bisa ereksi. Selain itu, pengaruh obat dengan resep dokter, obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok juga menjadi penyebab lainnya disfungsi ereksi.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan obat-obatan tertentu yang dapat mengatasi masalah disfungsi ereksi. Cara lainnya adalah dengan melakukan implan penis, namun ini hanya bagi mereka yang tidak berhasil dengan perawatan obat.

Dilansir dari Medicalnewstoday, Anda juga bisa melakukan operasi vaskular yang dapat memperbaiki beberapa penyebab pembuluh darah menghasilkan disfungsi ereksi.

Sementara penyebab impotensi bisa datang dari kerusakan saraf, beberapa penyakit seperti parkinson, alzheimer, tumor otak, stroke, hingga epilepsi. Penggunaan obat-obat dari resep dokter tertentu juga bisa menyebabkan impotensi pada pria.

Selain itu, faktor gaya hidup dan emosional seseorang juga dapat memengaruhi kesuburan sperma hingga membuatnya mengalami impotensi. Untuk mengatasinya, buatlah diri Anda selalu berpikir positif dan mengatur emosional agar tetap stabil.

Selain itu, Anda bisa melakukan senam kegel untuk membantu memulihkan kesuburan sperma. Berdasarkan penelitian, senam kegel bisa memulihkan kesuburan pria hingga bisa normal kembali. (*)

BERITA REKOMENDASI