‘Double Burden’ Ancam Indonesia

JAKARTA (KRjogja.com) – Kondisi beban ganda malnutrisi (double burden) masih menjadi masalah negara berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan  data dari World Bank pada tahun 2015 lalu terdapat 8,4 juta anak Indonesia dibawah usia 5 tahun yang masih menderita malnutrisi kronis dan kekerdilan akibat kemiskinan dan atau kurangnya pemahaman orangtua akan standar kecukupan gizi anak.

Padahal, kata Head of Nutrition Business Kalbe Nutritionals, Tunghadi Indra, di Jakarta, Rabu (14/09/2016), kondisi ini dapat menghambat perkembangan otak dan meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes, obesitas dan penyakit jantung, nantinya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 lalu, kondisi orang dewasa yang menderita obesitas atau kegemukan akibat mengonsumsi kalori berlebih, meningkat hingga 2 kali lipat dalam dekade ini sehingga 24 juta pria dan 40 juta wanita Indonesia saat ini menderita obesitas.
     
"Obesitas terjadi karena banyak hal, namun 90% kasus obesitas terjadi karena asupan makanan yang melebihi kebutuhan dan tidak diimbangi dengan aktivitas yang cukup untuk membakar kelebihan energi yang ada," ungkapnya.

Dia menjelaskan obesitas dipengaruhi karena 4 faktor. Faktor pertama adalah hormon yang tak seimbang dan biasanya terjadi pada wanita di atas usia 25 tahun. Penurunan hormon pertumbuhan yang berfungsi menjaga massa otot, menyebabkan terjadinya penurunan massa otot. Faktor kedua adalah kinerja metabolisme yang melambat hingga 5 persen setiap 10 tahun sejak menginjak usia 25 tahun, sementara rata-rata orang dewasa di Indonesia mengonsumsi 500 kkal lebih banyak dari yang dibutuhkan setiap harinya. "Faktor ketiga terjadi karena kurangnya aktivitas fisik atau olahraga. Faktor keempat karena kurangnya jam tidur yang dapat menyebabkan metabolisme tubuh tidak teratur."
     
Dia menambahkan menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Archives of Disease in Childhood, kurangnya waktu istirahat bisa memengaruhi pembentukan glukosa yang berujung pada munculnya penyakit diabetes. Karena itu, manajemen memotivasi masyarakat untuk lebih banyak bergerak, berolahraga dan menjaga asupan makan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI