Duh.. Virus Corona COVID-19 Ternyata Kuat, Tangguh dan Tahan Panas

Tim Kellermayer menangkap bagaimana virus tersebut berperilaku saat masih hidup. Mereka meletakkan partikel virus di atas nampan yang dilapisi dengan bahan pengikat biologis.

Bahan tersebut dapat memperbaiki posisi virus. Di bawah mikroskop atom yang memancarkan laser, para ilmuwan bermain-main dengan virus dengan jarum untuk melihat bagaimana ia merespons berbagai rangsangan.

Virus biasanya menjadi rentan setelah meninggalkan inangnya. Tetapi menurut beberapa penelitian, Sars-CoV-2 dapat bertahan di beberapa permukaan sehari-hari seperti lemari.

Bagaimana ia berhasil bertahan dari gangguan lingkungan masih belum jelas.

Tim Hongaria menemukan bahwa pembungkus virus hampir tidak memberikan perlawanan saat ujung jarum mendarat di permukaan. Saat ujungnya melangkah lebih jauh, gaya penahan memuncak dan kemudian dengan cepat berkurang hingga hampir tidak ada.

Data eksperimental mereka menunjukkan Sars-Cov-2 bisa menjadi virus paling elastis secara fisik yang pernah dikenal manusia sejauh ini, dan deformasi berulang tampaknya juga tidak memengaruhi struktur keseluruhan dan konten di dalam virus.

“Sifat mekanis dan penyembuhannya sendiri dapat memastikan adaptasi terhadap berbagai keadaan lingkungan,” kata Kellermayer dan rekan penelitiannya.

Ilmuwan China memperkirakan bahwa Sars-CoV-2 memiliki 26 spike protein (protein duri) di permukaannya yang dapat mengikat dengan sel inang. Para peneliti di Universitas Cambridge di Inggris memberikan perkiraan serupa yaitu 24. Sebuah penelitian oleh para peneliti di Institut Max Planck di Jerman menyebuk angka 40.

BERITA REKOMENDASI