Dukung Germas, Anlene Ajak Masyarakat Lawan ‘Mager’

YOGYA, KRJOGJA.com – Fontera Brands Indonesa sebagai pemilik merk Anlene mengajak masyarakat untuk melawan 'malas bergerk (mager)' dan bergerak lebih aktif melawan gaya hidup 'sedentari' melalui peluncuran kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak' di Lapangan Parkir Mandala Krida, Minggu (08/04/2018). Melalui kegiatan ini masyrakat diharapkan mencapai potensi maksimal dalam hdup dan menjadi lebih sehat.

"Gaya hidup sedentari telah menjadi isu penting di indonesia dan dunia. Gaya hidup ini meningkatkan jumlah penderita penyakit tidak menular dan mencegah masyarakat Indonesia memiliki kehidupan lenih baik. Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2013 dari Kementerian Kesehtan menunjukkan bahwa 24,1 persen penduduk Indonesia menjalanu perilaku sedentari lebih dari enam jam per hari," kata Technical Marketing Advisor Fonterra Brands Indonesia Rohini Behl kepada wartawan.

Dia menjelaskan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia adalah strokr, jantumg dan diabetes melitus akibat pola hidup sedentari. Bahkan, satu dari empat penduduk di Indonesia menjalani gaya hidup sedentari sehingga saat ini merupakan waktu tepat mengajak semua masyarakat Indonesia melawan fenomena ini.

"Kampanye ini merupakan inisiatif Anlene melawan sedentari dan mendukung program Gerakan Masyrakat Hidup Sehat (Germas). Yogyakarta terpilih sebagai kota dimulainya kampanye ini karena berdasarkan Riskesdas 2013,revelensi penyakit tidak menular itu menempati peringkat satu dan dua," tandasnya.

Senior Nutrion Manager Fontera Brands Indonesia Ines Yumahana Gulardi pihaknya menganjurkan masyarakat untuk bergerak aktif minimal 30 menit sehari dan dilakukan 3-5 kali seminggu atau total 2,5 jam per minggu untuk melawan sedentari.

"Sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tulang, sendi dan otot agar tetap kuat dan sehat. Ketiganya merupakn bagian dari sistem musculokelestal yang mendukung kemampuan memiliki postur yang baik," ungkap Ines. 

Kampanye Indonesia Bergerak melibatkan selebritas Indy Barends dan Prisia Nasution yang meliputi aktivitas fisik estafet dari Yogyakarta ke Jakarta. Kegiatan ini menginspirasi melawan hidup sedentari. Sebanyak 250 pelari dan pesepeda dilepas melakukan perjalanan sejauh 600 KM melewati Kebumen, Purwokerto, Ciamis, Bandung dan Bogor. (*)

BERITA REKOMENDASI