Game Super Mario Bross Dipercaya Bisa Cegah Demensia, Ini Faktanya!

SEMAKIN banyak pembahasan terkait dengan demensia atau pikun. Masalah ini terus diupayakan untuk diminimalisir pada manusia berusia lanjut.

Beberapa referensi cukup fokus mengkaji makanan apa saja yang bisa menurunkan risiko demensia pada usia dewasa maupun lanjut usia. Kemudian, ada juga aktivitas fisik yang dipercaya bisa mengurangi risiko demensia.

Nah, baru-baru ini peneliti mengungkapkan bahwa salah satu permainan masa kecil, Super Mario Bross, mampu mencegah demensia!

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (8/12/2017), alasan utama peneliti mengkaji permainan ini adalah adanya stimulasi otak yang cukup berpengaruh pada tubuh manusia dari permainan ini. Yang mana, stimulasi otak ini telah lama disebut-sebut sebagai cara mencegah demensia.

Sekarang, para ilmuwan telah menguji metode yang tidak biasa untuk menjaga agar pikiran tetap aktif dalam upaya mereka untuk menghentikan penyakit yang menghancurkan ini.

Orang dewasa yang lebih tua diminta untuk belajar bermain piano atau menyelesaikan quest di Super Mario 64 selama setengah jam setiap hari. Periset Kanada menemukan bahwa bermain video game anak-anak populer ini adalah metode yang cukup efektif.

Permainan klasik yang banyak dipuja di seluruh dunia ini melihat pemain berlari mengelilingi dunia terbuka dan berusaha mengumpulkan bintang selama permainan berlangsung.

Permainan ini juga meminta Anda untuk melengkapi teka-teki dan membunuh musuh Mario selama lima malam setiap minggu. Kegiatan tersebut dianggap para ilmuwan dapat meningkatkan daya ingat.

Lebih lanjut, periset menemukan bahwa Super Mario Bross juga membantu meningkatkan "Grey Material" di otak orang tua yang mana sisi itu mengambil bagian penting dalam penelitian ini.

Bagian ini memainkan peran penting dalam mengendalikan memori dan pengambilan keputusan, dan diketahui menurun pada tahap awal demensia.

Efeknya bisa diperhatikan bagi mereka yang bermain Super Mario 64 – meskipun ada kelompok lain yang diajari bermain piano untuk pertama kalinya dalam kehidupan mereka.

Temuan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE, melibatkan 33 peserta yang secara acak yang ditugaskan ke salah satu dari tiga kelompok.

Relawan, yang berusia antara 55 dan 75, bermain Super Mario 64, belajar piano untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, atau mengambil bagian dalam tugas.

Para ilmuwan, yang dipimpin oleh Profesor Gregory West di Université de Montréal, meminta mereka untuk melakukan tugas mereka selama 30 menit setiap malam selama lima malam dalam seminggu.

Profesor West percaya bahwa temuan tersebut dapat digunakan untuk menemukan cara-cara bagaimana melindungi orang dewasa yang rentan dari serangan demensia.

Dia menjelaskan, video game 3D melibatkan hippocampus untuk membuat peta kognitif, atau representasi mental, lingkungan virtual yang sedang dieksplorasi otak. (*)

 

BERITA REKOMENDASI