Gigitan Kutu Kucing Sebabkan Kematian Balita di Sragen, Waspada!

Editor: KRjogja/Gus

Seorang bocah di Sragen, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah digigit kutu kucing. Diagnosa Tsamara Khumaira Mariba sebelum menghembuskan napas terakhir adalah tumor di jari manis tangan kanan.

Dengan diagnosa tersebut, dokter yang menangani Tsamara menjelaskan berniat untuk mengamputasi jari manis balita tersebut. Namun, sebelum operasi dilakukan pihak rumah sakit melakukan tindakan kemoterapi untuk mengatasi gejala yang dialami.

Dengan adanya tumor tersebut, trombosit Tsamara semakin rendah disertai muntah-muntah. Tak lama berselang, balita tersebut meninggal dunia di RS Moewardi, tepatnya pukul 01.40 WIB, Jumat (29/5/2020).

Kasus ini harus menjadi perhatian seluruh orangtua yang memiliki bayi ataupun balita. Pasalnya, kutu kucing memang terbukti membawa bahaya serius bagi tubuh bayi.

Menurut laporan Health Line, seseorang yang tergigit kutu kucing menunjukan gejala seperti kulit terasa sangat gatal hingga area kulit menjadi sangat sakit. Beberapa kasus sampai menimbulkan ruam di lokasi gigitan.

Saat gigitan membuat kulit terasa sangat gatal, secara tidak langsung anak akan menggaruknya dan garukan tersebut merusak kulit dan berpotensi menyebabkan infeksi bakteri. Karena itu, kalau si anak sudah menunjukan adanya kebiasaan menggaruk di satu area yang sama, Anda mesti waspada.

Terkait dengan bahaya yang ditimbulkan, gigitan kutu kucing yang membawa bakteri bisa merusak area sekitar gigitan. Sebab, bakteri bisa masuk lebih dalam ke tubuh dan menyebabkan infeksi, terutama ketika sering digaruk. Gigitan yang digaruk itu akan berubah menjadi merah, hangat, bahkan mengeluarkan nanah.

Selain itu, gigitan kutu kucing bisa menimbulkan alergi yang tidak nyaman. Pada beberapa kasus, alergi ini menyebabkan luka di kulit bahkan menyebabkan sesak napas

BERITA REKOMENDASI