Hati-Hati, ‘Obat Dewa’ Tidak Sepenuhnya Baik

 

DOSEN Prodi Sarjana Farmasi, Universitas Alma Ata Yogyakarta Eva Nurinda dan Ari Susiana W beberapa waktu lalu memberikan edukasi melalui Radio SAKA FM kepada masyarakat tentang ‘Obat Dewa’ yang beredar luas dan sering kali salah digunakan. Obat Dewa sebenarnya adalah obat golongan keras dimana dalam mendapatkannya harus menggunakan resep dokter. Obat ini merupakan obat steroid yang merupakan obat-obat sintetik yang dibuat khusus menyerupai hormone steroid di dalam tubuh manusia. Disebut ‘Obat Dewa’ karena efeknya yang sangat banyak, dapat mengatasi berbagai penyakit dan gejala, sehingga sering disebut obat segala penyakit. Contoh beberapa golongan obat ini yaitu dexamethasone, methylprednisolone, prednisone, prednisolone, atau hydrocortisone.

“Obat ideal seharusnya tidak banyak menimbulkan efek samping. Obat yang ideal, seharusnya justru hanya memiliki satu efek khusus tanpa mempengaruhi sistem tubuh lainnya, karena jika banyak sistem tubuh yang ikut dipengaruhi obat, maka efek samping dari obat tersebut akan besar. Walaupun tidak ada obat yang ideal, namun obat didesain sedemikian rupa agar tidak banyak efek samping yang muncul,” ujar apt. Eva Nurinda, M.sc.

Bagaimanapun juga, obat steroid sudah didesain sedemikian rupa agar mendekati karakteristik obat ideal tersebut, namun karena struktur dan fungsinya mirip dengan hormone alami tubuh, maka tetap banyak sistem tubuh yang dipengaruhi. Obat Steroid ini memiliki efek yang jauh lebih besar dari hormone alami tubuh, antara 10-40x lebih besar daripada efek hormone steroid alami. Obat steroid biasanya digunakan untuk beberapa kasus seperti pada kasus inflamasi/ peradangan berat, alergi, autoimun, kurangnya hormone, atau pada kasus -kasus transplantasi organ atau pada kemoterapi untuk mengurangi reaksi penolakan tubuh akan obat.

“Bahwa obat dewa ini berkhasiat sebagai anti inflamasi/ peradangan, mengatasi nyeri dan juga kasus alergi. Obat ini memiliki efek yang baik dalam mengatasi peradangan (mengatasi nyeri dan bengkak) dibandingkan dengan analgetic lainnya, sehingga memang lebih diminati karena dianggap obat yang manjur. Selain itu, obat steroid ini juga berkhasiat untuk pematangan paru pada bayi prematur dan digunakan pula pada pengobatan autoimun, maupun penangan COVID-19 dengan skala peradangan yang berat. Berdasarkan uraian tersebut, wajar jika obat ini dijuluki sebagai obat dewa karena obat ini sangat banyak manfaatnya baik untuk indikasi penyakit yang ringan sampai ke penyakit yang berat,” terang apt. Ari Susiana Wulandari, M.Sc.

Terlepas dari efek obat steroid yang memang manjur untuk mengatasi beberapa keluhan, perlu diperhatikan efek samping obat ini yang dapat membahayakan kesehatan. Efek samping tersebut antara lain:
1.Menurunkan sistem imun, karena obat steroid akan menekan sistem pertahanan tubuh seperti menekan alergi, atau menekan terjadinya autoimun. Sehingga untuk pasien yang rawan menedita infeksi, obat ini sebaiknya dihindari.
2.Menekan pertumbuhan, sehingga obat ini tidak boleh digunakan untuk anak-anak, kecuali jika sediaan obat topical (salep atau krim).
3.Meningkatkan kadar gula darah, karena obat ini memacu metabolism tubuh. Sehingga obat ini juga dikontraindikasikan bagi pasien dengan diabetes mellitus.
4.Penumpukan jaringan lemak di tengkuk dan beberapa bagian tubuh lainnya, dan lain sebagainya.

Karena efek samping obat yang cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan baik dari penggunaan obat steroid tanpa pengawasan, maka sebaiknya jika akan menggunakan obat-obat ini berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, atau apoteker, atau tenaga Kesehatan lainnya. Sehingga dapat dilakuakan evaluasi apakah pasien cocok dan dapat menggunakan obat steroid. Seperti yang disampaikan Ari Susiana dalam talk show tersebut, “Tanya obat, tanya Apoteker”.(*)

BERITA REKOMENDASI