Hewan Ini Rentan Tertular Covid-19, Waspada!

Editor: KRjogja/Gus

Studi terbaru melihat ada risiko bagi beberapa hewan yang rentan terinfeksi SARS-CoV-2 yang merupakan virus penyebab Covid-19. Hewan-hewan ini memiliki potensi untuk menyebarkan virus corona di kemudian hari.

Peneliti mengidentifikasi sejumlah besar mamalia yang berpotensi tertular SARS-CoV-2 melalui protein ACE2 yang mereka miliki. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi inang perantara untuk SARS-CoV-2 dalam upaya mengurangi peluang wabah COVID-19 di masa depan.

Laporan yang diterbitkan pekan ini di jurnal peer-review Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) mengatakan tim peneliti mempelajari lebih dari 400 primata.

Mereka melihat protein ACE2, yang diidentifikasi oleh beberapa penelitian sebagai pintu masuk virus SARS-CoV-2 masuk ke dalam tubuh.

Tim dari University of California, Davis menganalisis dan memprediksi kemampuan SARS-CoV-2 untuk mengikat reseptor ACE2 hewan. Setidaknya ada 410 spesies vertebrata termasuk 252 mamalia, 72 burung, 65 ikan, empat amfibi dan 17 reptil.

“Hanya mamalia yang termasuk dalam kategori sedang hingga sangat tinggi dan hanya primata katarak yang masuk dalam kategori sangat tinggi, menunjukkan mereka berisiko tinggi terinfeksi SARS-CoV-2,” tulis pernyataan sebagaimana dilansir Fox News, Jumat (25/9/2020).

Primata katarak meliputi orangutan, gorila, dan simpanse. Beberapa hewan yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi termasuk rusa kutub, rusa berekor putih, lumba-lumba putih Pasifik, paus beluga, simpanse, gorila dataran rendah barat, dan kera Rhesus.

Kucing, kambing, domba, dan sapi, ditemukan sebagai kelompok berisiko sedang yang mencakup 57 spesies. Sementara anjing, kuda, dan babi termasuk di antara 40 spesies yang dianggap dalam kategori berisiko rendah.

Para peneliti menyatakan Covid-19 juga bakal menimbulkan potensi ancaman lain bagi beberapa populasi spesies yang sudah terancam.

“Di antara spesies yang kami temukan dengan risiko tertinggi untuk infeksi SARS-CoV-2 adalah satwa liar dan spesies yang terancam punah,” tulis para peneliti.

Penulis penelitian memperingatkan agar tidak terlalu menafsirkan prediksi dalam penelitian mengingat data saat ini terbatas untuk infeksi pada hewan yang diteliti.

“Jika dikonfirmasi oleh data eksperimental tambahan, dapat mengarah pada identifikasi spesies inang perantara untuk SARS-CoV-2 dan membantu konservasi hewan baik di habitat asli maupun dalam perawatan manusia,” lanjutnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kucing, anjing, dan hewan lain juga dapat terinfeksi Covid-19.

“Sebagian besar hewan peliharaan ini menjadi sakit setelah kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19,” tulis CDC.

Sebelumnya dalam pandemi, beberapa kucing besar di kebun binatang di New York dinyatakan positif terkena virus. Sementara peternakan cerpelai juga ditemukan terinfeksi SARS-CoV-2.

BERITA REKOMENDASI