Hipertensi Kabur Ketemu Pachira

Editor: KRjogja/Gus

BAGIAN dari suatu tanaman berkhasiat yang bisa ditemukan di alam sekitar kita ada yang biasa dijadikan bahan membuat makanan maupun minuman. Bagian tanaman berkhasiat, misalnya ada akar atau rimpang, daun, kulit batang, biji dan buah.

Menurut penggemar tanaman hias, Supardi asal Tempel Sleman, beberapa jenis tanaman hias diyakini mempunyai khasiat kesehatan. Sehingga tak ada salahnya, jika mengelompokkan tanaman hias berkhasiat juga menjadi tanaman obat. Bisa disebut juga sebagai tanaman hias berkhasiat obat, misalnya ada lidah buaya, kenanga, tapakdara, puring dan pachira. Khusus tanaman pachira antara lain, bisa dimanfaatkan bagian daun dan biji buahnya.

“Jika ditanam di pot, pachira bisa terhambat pertumbuhannya, sehingga tak bisa tumbuh tinggi dan besar seperti ketika tumbuh di alam bebas. Perbanyakan tanaman dapat menggunakan bagian biji dari buah pachira yang sudah tua,” ungkapnya seperti dikutip dari harianmerapi.com.

Pemanfaatan bagian daun-daunnya yang sudah tua, misalnya dapat dijadikan teh kesehatan yang dapat membantu melumpuhkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk membantu menghilangkan rasa sakit pada ginjal, yakni bisa dengan memotong satu biji pachira menjadi empat bagian. Selanjutnya, dicuci bersih dan direbus dengan air sebanyak satu cangkir selama lima menit. Hasil perebusan diminum sebelum makan pagi selama tiga hari berturut-turut.

Adapun bagian biji dari tanaman pachira antara lain bisa diolah dengan cara digoreng. Bagi penggemar kacang-kacangan, biji pachira goreng, cita rasanya tak jauh beda dengan kacang tanah, macadamia maupun kacang mete. Ketika olahan biji pachira rutin dikonsumsi, antara lain bisa mendukung kesehatan badan, antara lain bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Selain berperan menjaga kesehatan jantung termasuk mencegah jantung berdebar, kacang dari biji pachira juga dapat berperan menyingkirkan toksin atau racun di tubuh. Toksin antara lain dipicu oleh adanya polusi udara serta bahan-bahan pengawet, pemanis, pewarna sintetis pada makanan dan minuman yang sering dikonsumsi. Meski sedikit-sedikit, namun dapat menumpuk serta bisa memicu gangguan kesehatan. (Yan)

BERITA REKOMENDASI