Hipertensi Mematikan, Rajin Cek Tekanan Darah Ya!

HIPERTENSI sering disebut sebagai the silent killer, karena sering tanpa keluhan. Karenanya, penderita hipertensi sendiri sering tidak tahu kalau dirinya mengidap penyakit tekanan darah tinggi ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, dr Lily S. Sulistyowati, MM mengatakan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi hipertensi nasional sebesar 25,8 persen. Dari 25,8 persen orang yang mengalami tekanan darah tinggi hanya 1/3 yang terdiagnosis, sisanya 2/3 tidak terdiagnosis. Selain itu, menurutnya hanya 0,7 persen orang yang terdiagnosis tekanan darah tinggi minum obat.

"Ini artinya, penderita hipertensi tidak tahu kalau mereka hipertensi. Hipertensi bisa diketahui hanya kalau diukur," ujarnya dalam konferensi pers bertajuk Hari Hipertensi Dunia 2017 di Gedung Direktorat Jenderal P2P, Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Dalam hal ini, Wakil Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) dr Ari Fahrial Syam MD, PhD, FACP menjelaskan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu minimal 5 menit. Lalu, harus seberapa sering mengecek tekanan darah jika ingin mencegah hipertensi?

"Kalau ada faktor risiko atau sudah ada hipertensi, sebaiknya periksa tensi seminggu sekali," tuturnya

Sedangkan kalau belum ada hipertensi, bisa cek tekanan darah sebulan sekali. Menurut dr Ari, pada orang yang belum memiliki penyakit hipertensi melakukan pengecekan tekanan darah bisa tergantung kondisi.

"Tergantung kondisinya, setiap ada kesempatan misal sedang ke puskesmas atau rumah sakit dicek saja tensi," pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI