Hobi Ngemil Keripik Singkong, Ini Bahayanya

Editor: KRjogja/Gus

MASYARAKAT Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan keripik singkong. Camilan bertekstur renyah ini menjadi salah satu camilan favorit, karena memiliki cita rasa gurih yang khas, dan harganya pun relatif terjangkau.

Namun sayangnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa keripik singkong juga dapat memicu timbulnya penyakit berbahaya jika terlalu banyak dikonsumsi. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Okezone rangkumkan 4 bahaya mengonsumsi keripik singkong, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (23/6/2018).

Mengandung karsinogen

Keripik singkong memang bukan camilan biasa. Makanan ini harus diolah dengan tepat untuk mencegah munculnya zat-zat kimia yang berbahaya seperti karsinogen. Pasalnya, zat kimia ini akan berubah menjadi racun ketika dipanaskan. Sementara untuk mengolah keripik singkong, Anda harus menggorengnya di dalam minyak panas. Oleh karena itu, batasi konsumsi keripik singkong untuk mencegah penyakit berbahaya.

Kandungan garam yang tinggi

Selain harganya yang murah, keripik singkong kerap menjadi camilan favorit karena rasanya yang gurih dan bertektur renyah. Tapi perlu Anda ketahui bahwa rasa gurih tersebut ternyata berasal dari taburan garam yang dicampurkan pada proses pengolahan. Nah, jika mengonsumsi garam terlalu banyak juga sebetulnya tidak baik untuk kesehatan tubuh karena dapat memicu timbulnya penyakit ginjal dan darah tinggi. Kadar garam yang dianjurkan dalam sehari adalah 2,3 gram, sementara keripik singkong memiliki kandungan 180 gram.

Mengandung Lemak Trans dan Tak Jenuh

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Untuk menghasilkan keripik singkong yang renyah, pada saat proses pembuatan singkong akan digoreng dalam minyak yang panas. Proses inilah yang membuat camilan tersebut mengandung lemak trans dan lemak jenuh. Jadi jika terlalu banyak dikonsumsi, keripik singkong sejatinya akan membuat kadar kolesterol meningkat secara drastis. Di sisi lain, lemak trans dan lemak jenuh juga dapat memicu penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Kandungan nutrisinya menurun

Meski singkong memiliki kandungan nutrisi dan karbohirat yang cukup tinggi, namun karena proses pengolahannya yang digoreng dengan minyak panas, kandungan nutrisi itu cenderung menurun. Jika Anda terus mengonsumsi makanan tersebut, tentu asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak akan tercukupi. Dampaknya akan menyebabkan Anda kekurangan nutrisi, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit. (*)

BERITA REKOMENDASI