Ibu Hamil Diabetes Berisiko Tinggi Lahirkan Bayi dengan Jantung Bawaan

SETIAP ibu di dunia pasti ingin bayinya lahir dengan sehat. Namun, penyakit tertentu kadang tidak bisa dihindari. Penyakit yang diderita ibu juga bisa memengaruhi kesehatan janin.

Menurut studi terbaru, cacat jantung kongebital berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah pada ibu hamil. Penelitian dari Stanford University School of Medician dan Stanford Children’s Health menunjukkan bahwa kadar gula darah yang tinggi berisiko memiliki bayi dengan cacat jantung bawaan.

Keterangan tersebut dipublikasikan di JAMA Pediatrics, memperluas cakupan temuan sebelumnya mengenai hubungan antara ibu penderita diabetes dan cacat jantung pada janin.

“Kami sudah tahu bahwa wanita dengan diabetes berisiko tinggi terkena jantung bawaan. Berkat penelitian baru ini, wanita yang memiliki nilai glukosa tinggi selama kehamilan bisa mendapat risiko tersebut.” tutur James Priest, MD, penulis utama studi dikutip dari Stanford.edu.

Beberapa wanita yang memiliki riwayat keluarga diabetes bisa mengembangkan diabetes gestasional. Diabetes gestasional adalah diabetes yang dialami ibu pada masa kehamilan. Selama masa kehamilan, ibu akan mengalami perubahan metabolik yang dapat mempengaruhi gula darah dalam tubuh.

“Selain cacat jantung, ada beberapa jenis cacat lahir lainnya yang dikaitkan dengan diabetes secara terang-terangan. Hal ini memotivasi kami untuk meneliti lagi apakah kadar gula yang tinggi dapat mempengaruhi cacat lahir lainnya.” tambah Gary Shaw, Profesor Pediatri dalam Pengobatan Neonatal dan Perkembangan.

Dalam studi tersebut, para peneliti memeriksa sampel darah dari 277 wanita California selama trimester kedua masa kehamilan. Kelompok kontrol terdiri dari 180 wanita dengan bayi tanpa penyakit jantung bawaan, sedangkan yang lainnya memiliki bayi dengan dua kelainan jantung serius.

Sebanyak 50 bayi memiliki tetralogi Fallot, atau yang lebih dikenal dengan sindrom bayi biru. Sindrom tersebut adalah cacat jantung paling umum dimana bayi mendapatkan terlalu sedikit oksigen. Dan sisanya sebanyak 42 bayi memiliki dextrotransposisi arteri besar, dimana posisi dua arteri utama yang mengarah ke jantung bertukar sehingga menyebabkan darah yang beroksigen dari paru-paru beredar ke tubuh. (*)

 

BERITA REKOMENDASI