Ilmuwan AS Kerja Keras Bikin Vaksin Virus Korona Wuhan

THE National Institutes of Health (NIH) yang berlokasi di Amerika Serikat tengah menciptakan vaksin Virus korona yang mewabah di dataran China dan sekitarnya. Data terbaru bahkan mencatat penyakit ini sudah menyebar ke Amerika Serikat.

Directur of National Institutes of Allergy and Infectious Diseases Dr. Anthony Fauci menyatakan bahwa NIH sedang mengambil langkah pertama untuk pengembangan vaksin Virus korona China. Pada CNN, Fauci menjelaskan, penciptaan vaksin ini akan memakan waktu yang lama.

"Butuh beberapa bulan sampai fase pertama uji klinis berlangsung dan lebih dari setahun waktu yang dibutuhkan peneliti sampai akhirnya vaksin bisa dimanfaatkan masyarakat," kata Fauci seperti dilansir dari CNN.

Di sisi lain, Dr Peter Hotez, seorang ilmuwan vaksin dari Baylor College of Medicine di Houston menerangkan, sekarang ini sudah terbentuk tim ilmuwan di Texas, New York, dan China, yang sedang mengembangkan vaksin Virus korona China ini.

"Pelajaran yang kami pelajari adalah infeksi Virus korona China ini serius dan menjadi salah satu ancaman kesehatan global terbaru dan terbesar," kata Hotez.
Pengembangan vaksin virus korona oleh para ilmuwan Amerika.

Dia menambahkan, mengembangkan vaksin untuk Virus korona China lebih sulit daripada virus lain seperti HIV atau influenza. "Setiap virus memiliki tantangannya, tetapi Virus korona China dapat menjadi target vaksin yang relatif mudah," sambung Hotez.

Menjadi catatan serius, kata Hotez, adalah ketika vaksin dikembangkan maka petugas kesehatan dikhawatirkan akan menjadi orang pertama yang terpapar Virus korona China, karena dia terpapar langsung pasien yang terinfeksi.
Menurut Hotez, pengembangan vaksin Virus korona China mendapat respons yang luar biasa. Sebab, para ilmuwan mampu memulai pengembangan vaksin untuk virus baru yang diidentifikasi kurang dari sebulan yang lalu.

Hotez pun memuji para peneliti China, yang dengan cepat merangkai dan menerbitkan genom virus yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan 2019-nCoV.

"Pada kasus SARS, peneliti butuh hampir satu tahun untuk dapat mengidentifikasi virus dan memetakan kode genetik lengkap. Tetapi, di kasus Virus korona China ini ilmuwan sudah dapat mengidentifikasi virus dalam beberapa minggu saja," pungkas Hotez.

 

 

BERITA REKOMENDASI