Ini Dia, Jenis dan Waktu Pemberian Vaksin Difteri

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium dan biasanya menyerang amandel, tenggorokan, hidung, serta kulit. Penyakit ini menyebar dengan cepat melalui partikel udara lewat batuk, bersin, atau tertawa. 

Jika terkena penyakit ini, Anda akan merasakan gejala berupa radang tenggorokan, serak, hingga masalah pernapasan. Bahkan, difteri bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani sehingga membutuhkan pencegahan berupa vaksin.

Vaksin untuk difteri itu sendiri ada tiga jenis, yaitu DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td. Vaksin ini diberikan pada usia yang berbeda, diantaranya:

Bayi di bawah satu tahun diberikan tiga dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak satu bulan

Anak usia 18 bulan diberikan satu dosis vaksin DPT-HB-Hib

Anak sekolah kelas 1 SD diberikan satu dosis vaksin DT di bulan November

Anak sekolah kelas 2 SD diberikan satu dosis vaksin Td di bulan November

Anak sekolah kelas 5 SD diberikan satu dosis vaksin Td di bulan November

Nah, kini saatnya Anda memastikan apakah anak Anda sudah menerima imunisasi lengkap sesuai jadwalnya, termasuk vaksin difteri ini. Jika dirasa belum lengkap, maka segera dilengkapi. Sebab ini bisa jadi anak akan memiliki risiko terkena difteri saat ia dewasa.

Lantas, bagaimana bila sudah divaksin, tetapi masih terkena difteri saat dewasa? Nah, walaupun sudah divaksin, kekebalan tubuh Anda terhadap penyakit difteri ini bisa saja menurun seiring berjalannya waktu. 

Hal ini akan diperparah bila tidak dilakukan upaya pencegahan terhadap difteri secara maksimal. Belum lagi dengan beberapa orangtua yang menganggap imunisasi tidak berdampak apapun pada kekebalan tubuh sehingga menolak vaksin difteri untuk anak. 

Hal ini yang menyebabkan adanya celah bagi penyakit difteri untuk kembali masuk dan menular ke anak-anak maupun orang dewasa.

Berikut jadwal pemberian vaksin difteri bagi orang dewasa:

Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin Td atau belum lengkap status imunisasinya, diberikan 1 dosis vaksin Tdap diikuti dengan vaksin Td sebagai penguat setiap 10 tahun.

Orang dewasa yang sama sekali tidak diimunisasi, diberikan dua dosis pertama dengan jarak 4 minggu dan dosis ketiga diberikan setelah 6 sampai 12 bulan dari dosis kedua

Orang dewasa yang belum menyelesaikan tiga dosis vaksin Td seri primer diberikan sisa dosis yang belum dipenuhi. (*)

BERITA REKOMENDASI