Penjelasan Cara Kerja Vaksin dalam Tubuh Manusia

JAKARTA, KRJOGJA.com – Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Vaksin dalam tubuh manusia bekerja dengan menginduksi limfosit B untuk menghasilkan antibodi.

Dilansir dari laman My Doctor, Selasa (18/2/2020) setiap vaksin mengandung bentuk organisme virus atau bakteri yang terbunuh atau melemah, yang menyebabkan penyakit tertentu. Organisme dalam vaksin telah diubah sehingga tidak akan membuat Anda sakit.

Setelah seseorang divaksinasi, beberapa sel yang bertanggungjawab melindungi terhadap penyakit mendeteksi antigen dalam vaksin.

Limfosit B akan bereaksi seolah-olah organisme menular yang sebenarnya menyerang tubuh Anda. Mereka berkembang biak untuk membentuk pasukan sel identik yang mampu merespons antigen dalam vaksin. Sel-sel yang dikloning kemudian berkembang menjadi salah satu dari 2 jenis sel yakni sel plasma atau sel memori B.

Sel-sel plasma menghasilkan antibodi (molekul berbentuk Y atau T), yang dilatih secara khusus untuk menempel dan menonaktifkan organisme yang divaksinasi.

Respons dari sistem kekebalan tubuh, yang dihasilkan oleh limfosit B dikenal sebagai respons primer. Dibutuhkan beberapa hari untuk membangun dengan intensitas maksimum, dan konsentrasi antibodi dalam darah memuncak sekitar 14 hari.

Tubuh seseorang yang divaksinasi terus membuat antibodi dan memori sel B selama beberapa minggu setelah vaksinasi. Seiring waktu, antibodi akan secara bertahap menghilang, tetapi sel-sel memori B akan tetap aktif di tubuh selama bertahun-tahun.

BERITA REKOMENDASI