Jalan Cepat Mampu Stabilkan Tekanan Darah

TEKANAN darah tinggi memberikan kontribusi lebih dari 15 persen kematian di Amerika Serikat, menurut studi dari Harvard. Terkadang tekanan darah tinggi tak menimbulkan gejala, namun berakibat pada serangan jantung, stroke, gagal ginjal, serta penurunan kognitif.

Obat-obatan penurun tekanan darah memiliki efek samping seperti kram kaki, pusing, dan insomnia. Oleh karena itu, tak ada mencoba alternatif lain untuk menurunkan tekanan darah, dilansir dari laman Prevention, Selasa (6/9/2016).

Olahraga jalan cepat

Pasien hipertensi dapat menjaga kebugaran dengan berjalan cepat. Olahraga sederhana ini mampu menstabilkan tekanan darah Anda. Bila dilakukan secara konsisten, olahraga jalan cepat dapat meningkatkan kadar oksigen pada jantung dengan efisien. Setidaknya, Anda bisa melakukan olahraga kardio 30 menit setiap hari.

Melatih pernapasan

Praktik seperti meditasi, yoga, maupun tai chi dapat berkontribusi menekan kadar hormon stres yang berpengaruh terhadap enzim renin. Renin merupakan enzim yang dapat meningkatkan tekanan darah. Cobalah melakukan 5 menit saja di setiap pagi dan malam hari untuk menstabilkan tekanan darah. Olahraga pernapasan ini dapat meredakan ketegangan.

Memoderasi garam

Seseorang disarankan mengonsumsi 1.500 mg atau setengah sendok teh tiap harinya untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Apabila Anda ingin memberikan bumbu pada makanan, gunakan bumbu herbal seperti lemon, rempah-rempah, atau bumbu apapun yang tak mengandung garam sama sekali.

Makan cokelat

Cokelat hitam mengandung flavanoid yang mampu membuat pembuluh darah lebih elastis dan menurunkan tekanan darah tinggi. Dalam sebuah penelitian, 18 persen dari pasien yang mengonsumsi cokelat hitam 0,5 ons setiap hari berkontribusi terhadap kestabilan tekanan darah.

Konsumsi suplemen

Antioksidan yang terdapat dalam suplemen juga diperlukan dalam produksi energi. Sama seperti cokelat, suplemen mampu menjaga elastisitas pembuluh darah. Anda perlu menanyakan terlebih dahulu kepada dokter tentang suplemen yang dikonsumsi. Sekira 60 – 100 mg suplemen dikonsumsi tiga kali dalam sehari untuk menjaga kestabilan tekanan darah Anda.

Mendengarkan musik

Tak hanya membuat diri lebih rileks, ternyata mendengarkan musik memiliki pengaruh baik dalam menurunkan tekanan darah. Menurut penelitian dari University of Florence di Italia, melibatkan 28 orang dewasa yang mengonsumsi obat hipertensi dan diminta mendengarkan musik klasik, Celtic, atau India selama 30 menit setiap hari sambil bernapas secara perlahan. Setelah seminggu, tekanan sistolik mereka mengalami penurunan sekira 3,2 poin. Sebulan setelahnya, tekanan sistolik turun 4,4 poin. (*)

 

BERITA REKOMENDASI