Kanker Payudara Intai Perempuan Indonesia, Kampanye ‘Bungkus Pembalut’ Dilakukan

YOGYA, KRJOGJA.com – Kanker payudara masih menjadi ancaman bagi perempuan Indonesia. Menurut data The Global Cancer Observatory tahun 2020, kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua penyebab kematian akibat kanker dengan persentase sebesar 9,6 persen.

Salah satu penyebab tingginya angka kasus kejadian dan kematian akibat kanker payudara adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini dan pemeriksaan kanker payudara secara klinis. Menurut riset Kemenkes di tahun 2016, tingkat penetrasi Periksa Payudara Sendiri (SADARI) adalah 46,3 persen dan SADANIS 4,4 persen.

Charm salah satu merk pembalut Indonesia bersama YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) meresmikan kampanye bertajuk Pink Ribbon, Rabu (6/10/2021) secara daring. Mereka berkolaborasi, sosialisasi lewat bungkus pembalut Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition serta menyumbangkan sebagian dari penjualan produk untuk mendukung YKPI.

Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yuji Ishii mengatakan, di Indonesia kasus kanker payudara cenderung tinggi. Charm memiliki tanggung jawab untuk ikut serta meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara.

“Dengan total pengguna Charm Extra Maxi kurang lebih sebesar 28 juta pengguna di seluruh Indonesia, diharapkan pesan yang terdapat pada Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition melalui desain tentang pentingnya meningkatkan kesadaran akan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dapat tersampaikan dengan baik. Cara melakukan SADARI dijelaskan di bagian belakang kemasan dengan ilustrasi untuk mendorong konsumen dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan mudah di rumah meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI