Kasus Anak Lumpuh Layu Tetap Dipantau, Polio Jadi Perhatian

INDONESIA telah berhasil mendapatkan sertifikasi bebas polio bersama negara-negara South East Asia Region (SEARO) pada tanggal 27 Maret 2014.

Dalam data Profil Kesehatan Indonesia Kementerian Kesehatan Tahun 2017, saat ini tinggal 2 negara, yaitu Afghanistan dan Pakistan yang masih endemik polio.

Setelah Indonesia dinyatakan bebas polio, bukan berarti Indonesia menurunkan upaya imunisasi dan surveilens AFP atau kasus lumpuh layu akut. Pemantauan terhadap kasus lumpuh layu adalah upaya pencegahan harus terus ditingkatkan hingga seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio.

Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua kasus lumpuh layuh akut (AFP) pada anak usia

Non polio AFP adalah kasus lumpuh layuh akut yang diduga kasus polio sampai dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium bukan kasus polio. Kementerian Kesehatan menetapkan non polio AFP rate minimal 2/100.000 populasi anak usia

Polio disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem syaraf, utamanya menyerang anak balita dan menular terutama melalui fekal-oral. Polio ditandai dengan gejala awal demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher, serta sakit di tungkai dan lengan.

Pada 1 dari 200 infeksi menyebabkan kelumpuhan permanen (biasanya pada tungkai). Sedangkan 5-10 persen dari yang menderita bisa meninggal karena kelumpuhan pada otot-otot pernapasan.

Meski secara nasional non polio AFP rate sudah mencapai standar minimal penemuan, namun masih terdapat 12 provinsi yang non polio AFP rate-nya belum mencapai standar minimal penemuan. Dan dua provinsi yaitu Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat belum menyampaikan laporannya.

Dari 34 provinsi, sebanyak 20 di antaranya (59 persen) telah mencapai target non polio AFP rate ≥2 per 100.000 penduduk kurang dari 15 tahun pada tahun 2017. Sebanyak 14 provinsi masih memiliki AFP rate yang

Setiap kasus AFP yang ditemukan dalam kegiatan intensifikasi surveilans, akan dilakukan pemeriksaan spesimen tinja untuk mengetahui ada tidaknya virus polio liar. Untuk itu diperlukan spesimen adekuat yang sesuai dengan persyaratan, yaitu diambil ≤14 hari setelah kelumpuhan dan suhu spesimen 0°C – 8°C sampai di laboratorium.(*)

BERITA REKOMENDASI