Kemarau, Waspadai 4 Penyakit Ini

YOGYAKARTA segera memasuki musim kemarau meski masih terjadi hujan. Tanah dan pepohonan segera mengering ditambah debu yang berterbangan. Belum lagi masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga mengancam berbagai penyakit. Di bawah ini 4 penyakit yang sering menyerang penduduk Indonesia di musim kemarau.
    
1. Sakit mata merah dan 'belekan'

Inilah satu dari penyakit yang sering melanda di musim kemarau saat tidak ada hujan. Pengalaman seorang anak kecil bernama Maya yang menderita sakit mata 'belekan' yang mudah menular disebabkan oleh bakteri dan virus. Saat terbangun di pagi hari matanya susah untuk dibuka dan sejak itu sering terlihat kotoran berwarna kuning di matanya. Berdasarkan anjuran dokter dia diberi obat tetes mata dan orangtuanya memutuskan dia tidak bersekolah agar mencegah penularan ke teman-temannya. Ayahnya pun tertular penyakit mata merah disertai gatal dan berair karena terkena dari anaknya karena tidak rajin cuci tangan.

[Baca juga Angin Monsoon Australia Picu Suhu Dingin di Yogya]

2. Infeksi saluran nafas dan flu

Gejala-gejalanya adalah badan terasa pegal-pegal, sakit kepala, beringus, batuk dan sakit tenggorokan. Penyebab terjadinya adalah karena virus, bakteri dan jamur. Kebanyakan adalah virus Influenza yang menimbulkan mual dan muntah, terutama pada anak-anak. Biasanya influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin.

Salah satu cara terbaik mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga stamina tubuh tetap prima. Anak-anak rentan dengan penyakit ini karena pola makan mereka yang belum sempurna sehingga daya tahan tubuhnya lemah. Perlu cukup minum, usahakan minimal 8 gelas air putih dan juga rajin cuci tangan untuk menghindari penularan dan kurang cairan. Pada musim kemarau, tanpa disadari keringat sering banyak keluar.

3. Diare

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, mual dan muntah. Penyebab diare paling sering berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Perlu hati-hati sewaktu harus makan di warung. Perhatikan dulu warung tersebut apakah makanan masih segar dan terlindungi, bila tidak maka jangan segan untuk pindah ke warung lain yang terjamin bersihannya.

Bila terjangkit diare dan masih bisa menahan rasa sakit, belum perlu ke dokter, segera minum obat diare yang dapat dibeli tanpa resep. Minum air yang banyak dicampur gula dan garam untuk mencegah dehidrasi. Saat diare, makanlah bubur putih tanpa bumbu sampai diare berhenti, baru mulai makan sayur ringan seperti sop dan bayam.

4. Demam berdarah

Seorang Ibu yang memiliki kesenangan tidur siang membagikan pengalamannya sebagai berikut. Suatu hari dia berkunjung ke kota B seperti biasa kegiatan rutin itu dilakukannya. Beberapa hari kemudian dia merasa kepalanya berat dan mengalami demam tinggi selama 2 hari. Kemudian dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setelah timbul gejala nyeri pada tulang dan munculnya bintik merah pada kulit. Dokter menganjurkan dia untuk periksa darah dan hasilnya trombosit telah turun drastis akhirnya dia harus dirawat.

Seringkali penderita mengeluarkan darah dari hidung dan telinga hal-hal tersebut harus segera ditangani. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Albopictus yang sering berada di luar ruangan atau kebun. Ada juga nyamuk Aedes Aegypti yang beraksi dalam rumah, di bawah meja atau tempat tidur. Keduanya senang di daerah yang berbau manusia. Jagalah kebersihan lingkungan dengan membasmi sarang nyamuk serta tempat penampungan air. (*)

 

BERITA REKOMENDASI