Kemiri Lawan Serangan Ketombe, Begini Caranya

Editor: KRjogja/Gus

POHON kemiri layak dilestarikan keberadaannya. Alasannya antara lain, bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bumbu serta ada khasiat kesehatannya. Ketika ditanam di perbukitan, pohon kemiri juga dapat membantu menghindarkan dari tanah longsor. Ciri pohonnya, antara lain dapat memiliki tinggi antara 10 sampai 40 meter, daunnya bertangkai panjang dengan dua kelenjar pada ujung tangkai.

Buahnya buah batu dengan bentuk bulat telur yang lebar dan berdaging. Bijinya berjumlah satu sampai dua dengan kulit biji yang sangat keras, berbentuk bulat agak gepeng, berpenampang 2-3 cm serta warnanya hitam karena penyerbukan dan berlipat. Dalam bidang bumbu masakan, biasa memanfaatkan biji dari kemiri. Selain itu dapat digunakan sebagai ramuan alami, seperti membantu menyuburkan dan mengatasi rambut rontok. Bahkan membantu melawan serangan ketombe. Caranya diolah menjadi minyak kemiri terlebih dahulu.

Cara memanfaatkan atau resep lainnya, yakni cukup menggunakan lima buah kemiri yang ditumbuk halus. Lalu ditambah air secukupnya dan dimasak sampai mengeluarkan minyak. Hasilnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut sampai merata. Rata-rata dilakukan tiga kali dalam seminggu. Tak kalah penting, kemiri juga diyakini bisa membantu menendang sembelit. Cara membuat ramuannya, yaitu satu buah kemiri ditambah bahan lainnya, dua siung bawah merah, 30 gram daun urang aring, 10 gram kayu manis, lima gram pulosari, enam gram adas dan setengah sendok teh garam. Semua bahan dihaluskan lalu direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc. Selanjutnya disaring dan airnya diminum dua kali sehari. Setiap kali minum cukup 200 cc.

Adapun ciri lain dari tanaman kemiri, yakni helai daunnya berbentuk bulat telur, bentuk lanset dan hanya pada bagian pangkal bertulang daun menjari. Bunga dalam malai di ujung, bercabang lebar, bunga jantan di atas tangkai yang cukup panjang, sedangkan bunga betina kira-kira dua kali lebih berwarna putih kekuningan yang berjumlah 5 dan kelopak berjumlah 2-5, berbentuk bulat telur dan pada pangkal bersatu. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Maluku, namun bisa tersebar dan dapat ditemukan juga tumbuh dengan baik di tempat lain, terutama dengan etinggian 150-1.000 meter di atas permukaan laut. (Yan)

 

BERITA REKOMENDASI