Kesenjangan Sosial Bakal Terjadi Akibat Implementasi Vaksin Covid-19 Mandiri

Mewakili para pelajar Indonesia di Inggris, dr. Fahrin Andiwijaya, mahasiswa master di London School of Hygiene and Tropical Medicine, Inggris, mengingatkan bahwa vaksin mandiri akan menimbulkan ketimpangan sosial dan merugikan kelompok sosial-ekonomi lemah.

“Vaksinasi mandiri dapat memperluas kesenjangan, karena hanya akan menguntungkan kelas menengah ke atas dan mereka yang bekerja di sektor formal. Istilahnya, yang bisa sehat hanya orang kaya saja. Ini tidak sesuai dengan Pancasila sila ke-5 tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata dokter yang juga merupakan akademisi di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram itu.

Sementara itu, Sulfikar Amir, Ph.D., pakar sosiologi bencana dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, menegaskan bahwa vaksin mandiri tidak bisa dibenarkan secara risiko dan etika, karena dikhawatirkan akan membawa unsur komersialisasi, dimana akan ada kelompok tertentu yang memonopoli suplai vaksin untuk kepentingan pribadi.

“Hal ini akan mengacaukan tahapan vaksinasi dan menganggu supply vaksin yang harusnya diberikan untuk kelompok prioritas. Proses vaksinasi akan terkonsentrasi pada kelas tertentu dibandingkan dengan kelompok lain yang rentan dan perlu didahulukan. Konsekuensinya, penanganan pandemi ini akan jadi lebih lama,” ungkap Sulfikar.

BERITA REKOMENDASI