Klaim Berhasil Uji Klinis, Rusia Bakal Vaksinasi Covid-19 Massal Oktober Nanti

PARA ahli kesehatan di seluruh dunia tengah berjibaku menciptakan vaksin yang tepat untuk mengentaskan pandemi Covid-19. Hingga saat ini, sudah ada beberapa negara yang telah memasuki tahap uji klinis vaksin pada manusia.

Salah satunya adalah Rusia. Meski proses uji klinis dilaporkan belum rampung 100%, pemerintah Rusia mengumumkan akan menggelar pemberian vaksinasi Covid-19 secara besar-besaran pada Oktober mendatang.

Para guru dan tenaga kesehatan akan menjadi profesi pertama yang berhak mendapatkan vaksin tersebut. Melansir laman Newser, Selasa (4/8/2020), vaksin yang sedang masuk tahapan uji klinis itu merupakan hasil penelitian ahli kesehatan di Moscow’s Gamaleya Institute.

Bulan ini mereka telah memasuki tahap ketiga uji klinis untuk menentukan apakah vaksin benar-benar efektif membunuh virus corona.

Sementara itu, menurut laporan New York Times, Moscow’s Gamaleya Institute dilaporkan belum mengajukan proposal uji klinis tahap ketiga kepada Organisasi Kesehatan Duni (WHO).

Hal tersebut kemudian menimbulkan perdebatan dan kekhawatiran tentang kurangnya transparansi pemerintah Rusia dalam pengembangan vaksin corona.

Kendati demikian, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan bahwa pihaknya tengah gencar meminta persetujuan dari para Presiden serta pejabat terkait, sehingga uji klinis vaksin diprediksi tetap dapat dilaksanakan bulan ini (Agustus).

“Saya harap China dan Rusia benar-benar menguji vaksin tersebut sebelum memberikannya kepada siapapun,” ujar dokter dan pakar imunologi asal Amerika, Dr. Anthony Fauci saat rapat kongres belum lama ini.

Bahkan, beberapa pihak berasumsi bahwa pengembangan vaksin yang dilakukan Rusia hanyalah sekadar propaganda semata. Hal ini didasari dari klaim sepihak yang dilakukan media pemerintah, sementara bukti klinis penelitian mereka masih sangat minim, bahkan cenderung tidak transparan.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris Raya melayangkan protes keras kepada Rusia setelah hackers dari negara mereka dituduh mencuri data hasil penelitian ketiga negara tersebut.

Terkait klaim sepihak yang dilakukan Rusia, Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa Amerika saja baru dapat memproduksi vaksin secara massal akhir tahun ini.

“Jadi saya tidak percaya kita akan menemukan vaksin dalam waktu dekat ini, karena kita juga harus bergantung dengan penelitian negara lain,” tegas Fauci.

BERITA REKOMENDASI