Laki-laki yang Tidak Disunat Berisiko Terkena Infeksi Saluran Kemih

JAKARTA, KRJOGJA.com – Laki-laki yang tidak disunat berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK). Karena sirkumsisi atau sunat adalah tindakan medis untuk menghilangkan kulit yang menutupi kepala penis (kulup). Sunat merupakan tindakan bedah yang paling banyak dilakukan sejak berabad-abad lamanya.

Demikian diungkapkan dr. Arry Rodjani, Sp.U.(K), Dokter Spesialis Urologi, dalam rilis yang diterima KRJOGJA.com, Jumat (31/12/2021).

Penggunaan teknik sunat yang tidak tepat bisa sangat berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, kini hadir solusi terbaik untuk sunat yang lebih aman dan nyaman dengan teknologi terkini yaitu metode sunat Klem.

Anak yang tidak disunat berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) sebesar 3-10 kali dibanding anak yang disunat pada tahun pertama kehidupan. Selain itu, banyak manfaat lainnya dari tindakan sunat yang sangat baik bagi kesehatan. Tentunya, sunat yang aman bukan menggunakan teknik dengan alat yang dipanaskan terlebih dahulu atau yang kita kenal selama ini dengan sunat laser. Sunat dengan metode laser bisa berisiko menyebabkan luka bakar, cedera kelenjar penis, hingga yang terparah yaitu kepala penis terpotong.

Untuk meminimalisir berbagai risiko yang mungkin terjadi pada tindakan sunat, hadirlah metode Klem yang telah direkomendasikan oleh WHO sebagai metode sunat terbaik.

BERITA REKOMENDASI