Lebaran Usai..Yuk Kembalikan Fisik Dengan Pola Hidup Sehat

Editor: Agus Sigit

JAKARTA, KRJOGJA.com – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat mengatur kembali pola hidup sehat setelah mengikuti kegiatan mudik Lebaran 2022.
“Memang yang namanya mudik, kemudian Lebaran dan kegiatan liburan pasti membuat kita pasti lelah akibat banyak beraktivitas yang padat dan banyak bertemu orang,” kata Reisa dalam siaran sehat yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.(9/5/2022) malam.
Reisa menuturkan kegiatan mudik dan lebaran telah membuat fisik masyarakat menjadi kelelahan akibat padatnya aktivitas baik di jalan maupun saat bertemu sanak saudara. Sehingga setelah mengikuti dua kegiatan tersebut, tubuh harus mendapatkan pola hidup yang sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit.
Guna mengembalikan kembali stamina tubuh yang lelah, masyarakat disarankan untuk kembali mengatur pola tidurnya yakni tujuh sampai delapan jam per harinya dengan kualitas tidur yang baik pada malam hari agar imunitas tidak menurun.
Kemudian pada pola makan, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna di mana setiap porsi makan setiap individu mengandung gizi yang seimbang. Di mana isi piring terdiri dari karbohidrat seperti nasi, sayur-sayuran, lauk pauk atau buah-buahan.
“Kita itu tidak makan hanya untuk kenyang saja, tapi agar tubuh tetap sehat, kecukupan gizi, supaya kita setelah Lebaran bisa produktif dan badan tidak ikut melebar,” ucap Reisa.
Kedua hal tersebut, kata Reisa, juga harus diimbangi dengan aktivitas fisik yang setidaknya dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan durasi 15-30 menit. Kemudian dilakukan terus secara bertahap hingga menjadi rutin setiap hari.
Masyarakat bisa mulai dengan berjalan kaki, lalu berjalan cepat atau bersepeda ringan. Ia menekankan untuk tidak memaksakan diri saat berolahraga.
Menurut Reisa, masyarakat juga tidak boleh abai apabila setelah mengikuti mudik merasakan sejumlah gejala yang mirip dengan gejala COVID-19. Bila merasakan keluhan berupa batuk, pilek atau demam, disarankan untuk langsung memeriksakan kondisi kesehatannya melalui tes usap agar cepat mendapatkan diagnosa.
Masyarakat yang merasa melakukan kontak erat dengan orang yang positif COVID-19, diharapkan juga berpartisipasi aktif dalam melakukan pelacakan supaya penularan tidak semakin menyebar.
“Harus lakukan swab, kalau sudah ketahuan hasilnya maka pengobatan akan tepat dan risiko fatalnya jadi rendah dan bisa cepat sembuhnya. lakukan juga tracing. Semuanya harus diperiksa juga dan kalau sudah lakukan sesuai anjuran dan merasa ada gejala COVID-19, segera lakukan isolasi mandiri,” kata Reisa.(ati)

BERITA REKOMENDASI