LGBT Kulit Berwarna Lebih Berisiko Terinfeksi COVID-19, Benarkah?

Para ahli mengatakan, hasil riset itu terkait dengan sejumlah faktor termasuk bagaimana rasisme sistemik memperburuk kesehatan dan menciptakan hambatan untuk perawatan kesehatan, menjadi lebih mungkin untuk melakukan pekerjaan garis depan (yang lebih berisiko untuk terinfeksi COVID-19), dan kondisi medis yang mendasarinya yang disebabkan oleh rasisme sistemik dan homofobia.

Para peneliti mengatakan bahwa, meskipun tidak jelas mengapa kelompok LGBT kulit berwarna lebih cenderung menunjukkan hasil positif dalam sejumlah tes COVID-19, namun, hasil penelitian –yang saat ini masih bersifat persentase umum– dianggap penting dalam menunjukkan pandemi berdampak pada kelompok sosial tersebut.

“Temuan utama kami adalah bahwa dampak pandemi pada komunitas LGBT tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa mempertimbangkan ras dan etnis serta orientasi seksual dan identitas gender,” bunyi penelitian tersebut.

BERITA REKOMENDASI