LGBT Kulit Berwarna Lebih Berisiko Terinfeksi COVID-19, Benarkah?

Para peneliti mensurvei lebih dari 12.000 subjek di seluruh Amerika Serikat dari Agustus 2020 – Desember 2020. Survei nasional itu mengajukan pertanyaan tentang stabilitas ekonomi selama pandemi, pengalaman mereka dengan COVID-19, dan kepercayaan mereka kepada pemerintah untuk menangani pandemi.

Selain lebih sering menunjukkan hasil positif COVID-19, kelompok LGBT kulit berwarna lebih cenderung mengenal seseorang yang telah meninggal karena COVID-19 daripada orang kulit putih berorientasi seksual lurus (straight white person). Satu dari tiga orang QTPOC tahu seseorang yang telah meninggal, sebagai lawan dari satu dari lima orang straight white person yang disurvei.

Studi terbaru lainnya oleh Centers for Disease Control and Prevention menemukan orang LGBTQ+ lebih cenderung memiliki kondisi mendasar yang membuat COVID-19 lebih mematikan seperti asma dan diabetes. Mereka juga lebih cenderung mengidap gejala COVID-19 yang parah.

Menurut Brad Sears, direktur eksekutif Williams Institute UCLA dan penulis laporan, hasil penelitian itu memainkan peran besar dalam perbedaan yang terlihat di kelompok-kelompok sosial berbasis warna kulit dan ras, serta orientasi seksual.

“Ras memainkan peran besar di sini,” kata Sears.

BERITA REKOMENDASI