Lima Mitos Salah Tentang HIV/AIDS

LEBIH dari 30 tahun, HIV/AIDS telah diselimuti berbagai macam mitos dan kesalahpahaman. Dalam beberapa kasus, pemahaman keliru mengenai penyakit ini telah mendorong sejumlah perilaku yang justru menyebabkan makin banyak orang terjangkit HIV positif. 

Meskipun banyak pertanyaan yang belum terjawab, para peneliti kini berhasil menemukan sejumlah fakta seputar HIV/AIDS. Berikut ini beberapa mitos paling umum tentang HIV/AIDS, dilengkapi dengan fakta-fakta pendukung :

Mitos #1: HIV sama dengan AIDS

Fakta: HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. HIV adalah nama virus pembawa penyakit defisiensi imun (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS adalah diagnosis lanjutan setelah virus HIV berhasil menyerang dan melemahkan sistem imun seseorang, sehingga orang tersebut bisa mengembangkan (atau berada dalam risiko yang sangat tinggi terhadap) penyakit sistem imun tertentu. Tidak semua orang positif HIV juga terjangkit AIDS. 
Pengobatan HIV yang tepat guna bisa memperlambat atau menghentikan progres HIV, yang pada akhirnya akan mencegah orang tersebut mengembangkan AIDS.

Mitos #2: HIV/AIDS adalah masalah bagi kaum homoseksual dan pengguna narkoba saja

Fakta: Hubungan seks antar sesama jenis tanpa pengaman dan penggunaan jarum suntik narkoba memang menjadi faktor umum penyebab HIV, namun seks penetratif penis ke vagina adalah salah satu cara umum lainnya dari penularan HIV dengan laporan angka kasus yang cukup substansial. Dalam kasus langka, seks oral juga tergolong sebagai faktor risiko penularan infeksi, walaupun begitu, seks anal tetap memiliki risiko tertinggi infeksi HIV di antara metode aktivitas seksual lainnya.

Mitos #3: Saya bisa terjangkit HIV jika tinggal bersama atau bergaul dengan ODHA

Fakta: Beragam penelitian membuktikan bahwa HIV tidak disebarkan melalui sentuhan, air mata, keringat, atau pertukaran saliva. Anda tidak akan tertular HIV saat:
•    Berada di satu ruangan dan menghirup udara yang sama dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)
•    Menyentuh barang-barang yang telah disentuh oleh ODHA
•    Meminum dari gelas yang telah digunakan oleh ODHA
•    Memeluk, mencium, atau berjabat tangan dengan ODHA
•    Berbagi peralatan makan dengan ODHA
•    Menggunakan peralatan gym bersama-sama dengan ODHA

HIV hanya bisa ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh tertentu yang mengandung konsentrasi tinggi dari antibodi HIV, seperti darah, sumsum tulang belakang, air mani, cairan vagina dan anus, serta ASI. HIV ditularkan ketika salah satu cairan tersebut (dari orang yang positif HIV) masuk melalui selaput lendir, luka terbuka, atau goresan dari orang yang tidak terinfeksi HIV.

Mitos #4: HIV/AIDS adalah hukuman mati

Fakta: Pada tahun-tahun awal epidemi, angka kematian akibat HIV/AIDS menjulang tinggi.  Tapi sejak perkembangan sains modern, obat retroviral memungkinkan para ODHA untuk memiliki usia bertahan hidup yang lebih panjang, normal, dan tetap bisa produktif.

Mitos #5: Selama minum obat HIV/AIDS, saya tidak akan menularkan virus

Fakta: Obat retroviral, walaupun digunakan rutin, hanya akan menekan kadar jumlah HIV dalam darah sehingga terlihat dalam ambang batas normal pada tiap uji tes darah. Penelitian menunjukkan, bagaimanapun juga masih terdapat virus HIV dalam jumlah kecil yang bersembunyi dalam darah. Penting untuk selalu melakukan seks yang aman untuk mencegah penyebaran virus. (*)

BERITA REKOMENDASI