Madu Pahit Bagus Untuk Imun Tubuh, Cek Kandungannya

Editor: Agus Sigit

KRjogja.com – Madu sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang kandungannya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan senyawa fenolat yang juga merupakan antioksidan, diyakini bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh. Tidak heran dimasa pandemi madu banyak diburu untuk meningkatkan imun tubuh melawan virus.

Beragam jenis madu beredar ditengah masyarakat, seperti madu murni di pasaran memiliki cita rasa manis, namun ada pula jenis madu dengan cita rasa pahit dan biasa disebut madu pahit.

Sekarang ini sejumlah merek madu pahit dapat ditemukan di pasaran, namun ada pula yang dipasarkan tanpa merek, namun cukup diberi label madu panit. Pemasaran jenis madu ini pun bisa model offline ataupun online.

“Meski rasanya pahit, karena bagus untuk kesehatan banyak yang berusaha bisa rutin mengkonsumsi madu pahit,” papar D Rima Melati yang tinggal di kawasan Sidomoyo Sleman.

Adapun jenis madu pahit diperoleh dari lebah liar yang banyak hidup di hutan-hutan. Rasa pahitnya karena lebah-lebah tersebut menghisap sari bunga dari aneka tumbuhan yang memiliki sari bunga rasa pahit, seperti mahoni, bunga singkong dan kaliandra.

“Selain untuk membantu mengatasi gangguan kesehatan, bisa pula untuk mencegah aneka gangguan atau keluhan kesehatan,” terangnya.

Bahan alami jenis madu hitam dapat juga digunakan untuk merawat kulit wajah, sebab kandungan anti inflamasinya bisa membantu mencegah dan melawan keluhan kesehatan pada kulit, misalnya jerawat serta flek hitam di wajah. Selain model tunggal, dapat juga dikombinasi dengan bahan alami berkhasiat lainnya.

Ada pula yang merasa cocok untuk membantu terapi diabetes, karena dapat menurunkan ataupun menyeimbangkan gula darah. Bahkan diyakini pula bisa berperan membantu terapi gangguan kesehatan lain seperti pernapasan, lambung, kolesterol jahat dan hipertensi.

Tak kalah penting, karena bisa menjadi musuh kolesterol jahat di dalam tubuh, maka menjadikan madu ini bisa ikut mencegah terjadinya beberapa gangguan kesehatan lain seperti pada organ jantung.

“Untuk kesehatan sistem saluran pernapasan antara lain bisa membantu menjaga kesehatan paru-paru dan mencegah ataupun melawan radang tenggorokan,” papar Rima.

Madu memang punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, namun cara mengonsumsinya ada aturannya sehingga perlu tahu cara minum madu yang benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

1. Waktu yang paling efektif untuk minum madu

Seperti dikutip dari bukalapak.com, madu pada dasarnya bisa diminum kapan saja, namun cara minum madu yang benar agar terserap dengan maksimal adalah meminumnya di pagi hari dalam keadaan perut kosong. Ini dikarenakan, keadaan perut yang kosong akan membuat semua nutrisi pada madu lebih mudah berinteraksi dengan enzim di perut. Alhasil, nutrisinya akan terserap lebih maksimal.

Saat perut kosong, cairan madu akan melapisi seluruh saluran penceranaan. Sedangkan jika perut sudah terisi apalagi penuh, madu tidak akan bisa langsung melapisi saluran penceranaan dan berinteraksi langsung dengan enzim di perut sehingga penyerapannya kurang maksimal.

2. Diminum langsung atau dicampur dengan air?

Sebenarnya keduanya boleh, namun jika ingin lebih mudah dicerna, kamu bisa coba campur madu dengan sedikit air mineral. Namun suhunya pastikan suhu ruangan, atau hangat kuku, jangan panas atau pun dingin karena khawatir bisa merusak kandungan nutrisi pada madu.

Cara meminum madu yang benar dengan mencampurnya Bersama air mineral suhu ruangan bisa membuatnya lebih cepat dicerna dan diserap tubuh tanpa merusak enzim yang terkandung di dalamnya. Meminumnya secara langsung juga boleh, namun saat masuk mulut, kulum dulu madunya sebentar agar menyesuaikan dengan suhu tubuh, lebih cair, sehingga lebih mudah dicerna.

3. Lalu bolehkan dikonsumsi berasama makanan lain?

Sebenarnya boleh saja, namun pastikan tidak terjadi perubahan suhu dratis pada madu tersebut. Jadi, seperti dipakai menjadi topping atau saus pada makanan. Misalnya, dicampur teh yang hangat kuku (jangan panas), dicampur yogurt, smoothies, jus, atau olesan akhir pada roti setelah dibakar.

Tapi, kamu juga perlu hati-hati karena ada beberapa bahan makanan yang sebaiknya tidak dicampur dengan madu. Misalnya saja mentega (butter, bukan margarine) atau yang mengandung minyak hewani lainnya.

Lalu bagaimana dengan madu yang sering dicampur pada masakan atau kue yang dipanggang? Itu boleh saja, namun tentu, tujuannya adalah untuk mengambil rasa manis dan legit dari madu itu sendiri, sedangkan penyerapan nutrisi bukan jadi tujuan utama.

4. Takaran atau dosis dalam mengonsumsi madu

Madu disebut sebagai sumber energi karena memang memiliki kalori yang tinggi. Satu sendok teh madu umumnya mengandung 5,9 gram karbohidrat, 21 kalori. Jika dibandingkan gula, yang hanya mengandung 17 kalori satu sendoknya, maka jelas kalori madu lebih tinggi. Untuk itu, cara meminum madu yang benar dan sesuai takaran juga perlu kamu perhatikan.

Apalagi untuk penderita diabetes, jumlah konsumsi madunya benar-benar perlu diperhatikan dan konsultasikan dengan dokter. Sedangkan untuk kamu yang kondisi tubuhnya tergolong sehat, sebaiknya, kamu konsumsi madu tidak lebih dari 2 sendok teh atau sekitar 1 sendok makan.

5. Jangan dikonsumsi menggunkan sendok logam

Cara minum madu yang benar selanjutnya adalah, jangan dikonsumsi menggunakan sendok logam. Ya, kamu bisa gunakan sendok plastik, kayu atau clay untuk mengonsumsi atau mengaduk madu dengan air.

Kenapa? Ini dikarena enzim pada madu bisa berekasi dengan bahan logam, sehingga menurunkan kualitas madu yang kamu konsumsi. Jika sudah begitu, maka akan sia-sia, alias hanya kebagia manisnya saja sedangkan nutrisinya tidak.

6. Jangan berikan pada anak di bawah 2 tahun

Madu memangan mengandung banyak nutrisi dan baik bagi kesehatan, tapi tidak bagi anak di bawah 2 tahun. Ini dikarenakan kemampuan metabolism dan pencernaan anak di bawah dua tahun belum bisa mencerna madu. Bahkan bisa berisiko mengalami penyakit infant botulism atau botulisme.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh bakteri tertentu yang disebut Clostridium botulinum karena sistem pencernaannya belum siap. Nah, setelah di atas 2 tahun, sistem pencernaan manusia sudah siap untuk menerimanya, sehingga madu bisa dikonsumsi dengan aman.

Cara minum madu yang benar untuk anak dua tahun adalah tidak lebih dari 20 gram per hari, sedangkan untuk tiga tahun ke atas bisa 1-2 sendok makan sehari. Namun, perhatikan juga asupan gula (termasuk karbohidrat) yang sudah dikonsumsi per hari. Jika asupan gulanya sudah cukup tinggi, maka 1 sendok makan sehari saja sudah cukup.

7. Cara memilih madu asli dan terbaik

Selain cara meminum madu yang benar, kamu juga perlu tahu cara memilih madu terbaik yang benar, atau madu asli. Paling mudah adalah, madu asli tidak akan mudah rusak atau dikerubungi semut meski pun tidak kamu taruh di lemari es.

Madu sendiri sebenarnya punya banyak sekai jenis, tergantung dari jenis nectar (sari bunga) yang dikonsumsi oleh lebah yang membuatnya. Namun satu hal yang pasti, semakin gelap warna madu, maka semakin tinggi kadar antioksidannya. Namun, semakin pahit pula rasanya.

Jadi, pastikan madu yang kamu konsumsi asli, pilihlah merek-merek yang memang sudah terjamin. Lalu, satu hal lagi, dalam memilih madu, harga memang menentukan. Madu asli dan bagus memang kisaran harganya selalu mahal, sedangkan madu yang dicampur gula biasanya cenderung lebih murah atau terjangkau. (Git/Yan)

 

BERITA REKOMENDASI