Mahasiswa dan Perguruan Tinggi Perlu Dilibatkan dalam Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia memiliki target untuk mencapai generasi emas di tahun 2045. Untuk itu, harus didukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan agar mencegah anak terlahir stunting.

Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting. Program itu merupakan bentuk pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.

“Kita gandeng mahasiswa agar mereka ikut memberikan edukasi terutama kepada calon pengantin, ibu hamil berisiko, dan ibu menyusui. Namun perlu diingat karena ini upaya pencegahan maka tidak ada kata berhenti dan harus terus dilakukan,” tandas Taviv Agus Rayanto Sekretaris Utama (Sestama) BKKN, di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Pendampingan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting di tingkat keluarga.

“Peran dan keterlibatan mahasiswa di perguruan tinggi memiliki potensi dalam melakukan edukasi kepada masyarakat, sekaligus mengaplikasikan ilmu untuk pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI