Masyarakat Indonesia Paling Percaya Diri Hadapi Penuaan

Konsumen di Asia Tenggara umumnya lebih percaya diri dibandingkan di Asia Timur Laut. Kepercayaan diri masyarakat Indonesia terhadap kondisi kesehatan di saat tua paling besar yakni 61 persen.

Diikuti oleh Malaysia (44 persen) dan Filipina (43 persen). Di sisi lain, hanya 17 persen konsumen di Korea yang percaya diri bisa menua dengan sehat, diikuti Taiwan (17 persen), Hong Kong (13 persen) dan Jepang (9 persen).

Di kelompok responden dengan demografi yang berbeda, konsumen yang lebih muda seperti Generasi Z (31 persen) dan Milenial (32 persen) menunjukkan kepercayaan yang lebih besar pada kemampuan mereka untuk menua dengan sehat dibandingkan dengan Generasi X yang lebih tua (26 persen) dan Generasi Boom+ (24 persen).

Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa responden asal Indonesia memiliki pandangan positif mengenai definisi menua dengan sehat. Sebanyak 63 persen menyatakan bahwa penuaan dengan sehat berarti tidak menderita penyakit tertentu di saat tua.

Sementara 58 persen responden juga mendefinisikan menua sehat dengan tidak menjadi beban bagi keluarga mereka. 49 persen juga menyatakan Tetap aktif dan tajam secara mentaladalah definisi menua dengan sehat.

Responden Indonesia memiliki beberapa perhatian terkait dengan penuaan yang akan mereka jalani. 39 persen menyatakan kekhawatiran utama dalam menjalani penuaan adalah menjadi lebih sering sakit seiring turunnya imunitas tubuh

Sementara itu, 19 persen responden juga mengkhawatirkan perubahan penampilan yang akan terjadi saat mereka menua, dan 15 persen lainnya menyatakan khawatir akan menjadi beban bagi keluarga saat mereka tua.

Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan bahwa mayoritas responden di Indonesia memahami pentingnya penuaan yang sehat, dengan lebih dari delapan dari 10 konsumen (82 persen) telah mengambil langkah-langkah untuk membantu menua dengan sehat.

Misalnya, dengan memperbaiki asupan nutrisi (73 persen), melakukan lebih banyak olahraga reguler (63 persen), melakukan aktifitas yang menstimulus kesehatan mental (50 persen), mengkonsumsi suplemen yang mendorong kesehatan (46 persen), dan 42 persen lainnya mengaku telah melakukan pengecekan kesehatan lebih teratur.

Menurut Andam Dewi, sebagian besar responden Indonesia telah mempertimbangkan mengadopsi gaya hidup sehat agar dapat menua dengan lebih sehat.

Namun, dengan kekhawatiran akan penuaan yang di alami, pihaknya melihat adanya kebutuhan yang penting untuk membantu masyarakat memperkuat kepercayaan diri dengan mengambil tindakan yang tepat.

“Kami percaya bahwa dengan berbagi edukasi dan informasi tentang penerapan kebiasaan hidup sehat yang benar dan aktivitas fisik yang sesuai, kami dapat membantu orang menemukan jalan yang benar menuju penuaan yang sehat,” ujarnya.(ati)

BERITA REKOMENDASI